Karawang (ANTARA News) - Pengangkatan satu dari enam kerangka manusia prasejarah oleh peneliti dari ITB Dr Ir Johan Arif, MT, dan arkeolog lapangan dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang, Juliadi, akan dilanjutkan Jumat (7/5).

Proses pengangkatan kerangka yang dimulai pada Kamis sekitar pukul 11.30 WIB itu dilanjutkan pada Jumat (7/5), karena hingga Kamis sore pengangkatan kerangka itu belum selesai. Kerangka yang diangkat itu berada di tengah-tengah enam kerangka lainnya.

"Secara umum, pengangkatan kerangka itu tidak sulit dan tidak ada kendala. Tetapi, pengangkatan kerangkanya akan dilanjutkan Jumat (7/5), karena kami belum bisa mengangkat kerangka itu sampai Kamis sore," kata Johan Arif, di Karawang, Kamis.

Rencananya, enam kerangka manusia prasejarah yang ditemukan di halaman Candi Blandongan bagian Tenggara, Desa Segaran, Kecamatan Batujaya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat itu, akan diangkat seluruhnya. Dengan demikian, butuh beberapa hari dalam proses pengangkatannya.

"Kami memilih mengangkat satu kerangka yang panjang dan berada di tengah, karena proses pengangkatannya yang mudah dibandingkan dengan pengangkatan kerangka yang lain," kata Johan.

Pantauan ANTARA, proses pengangkatan kerangka itu diawali dengan mengambil pecahan-pecahan batok kepala dari kerangka tersebut, termasuk pada bagian kedua mata yang sudah dipenuhi tanah dan gigi yang masih terlihat utuh.

Satu per satu pecahan batok kepala tersebut dibersihkan dari tanah. Dilanjutkan dengan mengangkat bagian leher kerangka, tangan, serta bagian kerangka yang lain.

Pecahan kerangka yang diangkat kemudian dibungkus plastik dengan menandakan bagian kerangka tersebut, agar nanti bisa mudah dalam melakukan penyusunan kerangka tersebut. Sedangkan sebelum diangkat, kerangka itu dibersihkan dan digambar terlebih dahulu agar setelah diangkat nanti mudah disusun saat melakukan identifikasi.

Dari pengangkatan sementara satu kerangka itu, ditemukan dua logam panjang yang diduga merupakan senjata milik kerangka tersebut.

"Nanti, kami akan membersihkan dengan mencuci pecahan kerangka dan logam yang ada dari kerangka itu, untuk selanjutnya direkonstruksi dan dianalisa," kata Johan.

Rencananya, akan dilakukan identifikasi "carbon dating" agar bisa diketahui usia kerangka tersebut, jenis kelamin, dan rasnya, apakah dari ras Mongoloid seperti pernah ditemukan sebelumnya atau dari ras yang lain.

Identifikasi juga akan dilakukan dengan melakukan tes Deoxyribo Nucleic Acid (DNA) dan dari isi gerabah yang berada dekat kerangka tersebut.

Enam kerangka manusia prasejarah itu sendiri ditemukan tidak disengaja saat tim penggalian dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang melakukan strukturisasi Candi Blandongan sejak pertengahan April 2010.

Lokasi penemuan kerangka berada di sekitar 25 meter dari bibir tangga candi bagian tenggara. Keenam kerangka manusia sepanjang 170 centimeter itu berposisi membujur arah timur laut-barat daya. Terkubur di kedalaman sekitar 1 meter dengan posisi berjajar.

Jarak antara kerangka yang satu dengan lainnya sekitar 90 centimeter. Dari ujung kaki sampai kepala, dua dari enam kerangka manusia itu utuh. Bahkan, senjata jenis logam yang berada di sekitar kerangka itu juga masih utuh.

Di dekat kerangka ditemukan sejumlah gerabah yang diduga menjadi bekal kubur manusia prasejarah tersebut. Kondisi gerabah itu sudah pecah saat tim penggalian dari Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Serang menemukan kerangka manusia prasejarah tersebut.
(T.KR-MAK/H-KWR/R009)

Pewarta:
Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010