Jakarta (ANTARA News) - PT Jamsostek dinilai berpeluang menjadi lokomotif perubahan dalam penyelenggaraan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) karena kaya pengalaman menyelenggarakan program jaminan sosial

Direktur SDM dan Umum PT Jamsostek Joko Sungkono dalam siaran persnya yang diterima di Jakarta, Selasa malam, mengatakan, empat dari lima program SJSN sudah dilaksanakan BUMN itu dan hanya jaminan pensiun yang belum.

"Saya pikir, PT Jamsostek sudah sangat siap melaksanakan amanat SJSN," kata Joko.

PT Jamsostek tidak hanya unggul dalam pelayanan bagi pesertanya, tetapi juga memiliki segudang pengalaman dalam mengumpul iuran dari perusahaan (sektor swasta) yang prosesnya jauh lebih rumit dari pada pengelolaan dana APBN.

"Sembilan prinsip pelaksanaan SJSN seperti kegotongroyongan, nirlaba, keterbukaan, kehati-hatian, akuntabilitas, dan lainnya, menambah keyakinan, kami akan mampu menjadi leader," kata Joko.

BUMN itu juga sudah menggunakan model Managed Care yang memberikan proteksi atas risiko finansial akibat sakit secara menyeluruh dengan pelayanan kesehatan berjenjang, serta pelibatan dokter keluarga sebagai pemberi layanan pertama hingga layanan lanjutan.

Di samping memiliki infrastruktur kantor dan jaringan yang tersebar luas di seluruh Indonesia, SDM dan teknologi informasi yang kuat, PT Jamsostek juga berpengalaman selama 32 tahun lebih menyelenggarakan empat program jaminan sosial.

Keempatnya adalah tenaga program jaminan kecelakaan kerja, jaminan kematian, jaminan hari tua dan jaminan kesehatan.

Saat ini peserta Jamsostek sebesar 29 juta orang, sekitar 8,7 juta merupakan peserta aktif dan sisanya peserta pasif.

"Masyarakat tenaga kerja sudah menerima jaminan sosial tenaga kerja sebagai kebutuhan untuk menjaga ketenangan dalam bekerja dan kepastian masa depan untuk meningkatkan produktivitas," demikian Joko.(*)

(E007/Z002/R009)

Editor: Ruslan Burhani
Copyright © ANTARA 2010