Menakertrans: 500.000 TKI di Malaysia Bermasalah
Minggu, 29 Agustus 2010 15:33 WIB | 2602 Views
Muhaimin Iskandar. (ANTARA News)
Berita Terkait
Pamekasan (ANTARA News) - Menteri Tenaga Kerja dan Transmigrasi (Menakertrans), A. Muhaimin Iskandar, mengatakan bahwa sekitar 500.000 orang lebih dari total 2,2 juta jiwa Tenaga Kerja Indonesia (TKI) yang berada di Malaysia bermasalah.
"Umumnya persoalan para TKI ini karena tidak memiliki identitas resmi di sana," katanya seusai melakukan kunjungan kerja di Pendopo Pemkab Pamekasan, Jawa Timur, Minggu.
Muhaimin mengemukakan, selain tidak memiliki kartu identitas, sebanyak 177 diantaranya terjerat hukum dan kini sedang ditangani oleh Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) yang ada di Malaysia.
"Penanganan yang dilakukan oleh KBRI berupa bantuan hukum terhadap mereka dan mengurus segala kelengkapan administrasinya," terang Muhaimin Iskandar.
Umumnya, kata Muhaimin, para TKI yang berkerja di Malaysia ini memang berpendidikan rendah dan rata-rata hanya lulusan Sekolah Dasar (SD) sehingga mereka tidak mengerti tentang aturan dan ketentuan yang berlaku.
"Kebanyakan yang ada disana memang merupakan TKI illegal. Artinya tidak melalui jalur resmi yang ada di Indonesia," tutur Muhaimin Iskandar.
Dalam kesempatan itu Muhaimin juga mengimbau agar warga yang hendak bekerja ke luar negeri hendaknya melalui jalur resmi saja, yakni melalui Dinas Tenaga Kerja setempat dan Perusahaan Jasa Tenaga Kerja (PJTKI) yang telah ditunjuk pemerintah.
Sebab selain gajinya lebih mahal, kata Muhaimin, keselamatan kerja melalui jalur resmi juga lebih terjamin dibanding melalui jalur tidak sah.
"Yang jelas, kalau bekerja melalui jalur yang legal itu lebih mahal. Mereka disana aman dan mendapat perlindungan pula," terangnya.
Sementara terkait memanasnya hubungan kedua negara akhir-akhir ini, Menakertrans Muhaimin Iskandar menyatakan, tidak berpengaruh terhadap keberadaan tenaga kerja Indonesia yang ada di Malaysia.
"Memang ada masalah hukum yang menimpa TKI, tapi itu bukan karena pengaruh memanasnya hubungan kedua negara," kata Muhaimin Iskandar menegaskan.
Muhaimin Iskandar
melakukan serangkaian kegiatan dalam kunjungan Kerja di Provinsi Jawa
Timur pada Minggu-Senin (29-30/8). Rangkaian kegiatan ini merupakan
bagian dari Silaturahmi Ramadhan Kabinet Indonesia Bersatu II tahun
1413 H ke berbagai daerah di seluruh Indonesia.
“Kegiatan
Silaturahmi Ramadhan ini untuk menampung aspirasi masyarakat dan
membuka ruang komunikasi antara pemerintah dan masyarakat, “ kata
Menakertans.
Mengawali kegiatan silaturahmi ramadhan,
Menakertrans mengadakan pertemuan dengan Pimpinan Pemerintah Daerah,
alim ulama dan masyarakat Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur.
”Dalam
mengatasi berbagai permasalahan Ketenagakerjaan, pemerintah memfokuskan
program kerja pada upaya-upaya untuk menanggulangi pengangguran,
memperkuat pola pelatihan kerja, penciptaan iklim ketenagakerjaan yang
kondusif serta perluasan pada lapangan kerja baru. Jadi wirausahawan
mandiri atau TKI Ilegal dengan nasib yang dikebiri, harus jadi pilihan
saat ini, ” kata Menakertans.
Dalam kesempatan ini Muhaimin
memberikan bantuan kerja sama program ketenagakerjaan berupa subsidi
program kewirausahaan 4 paket, peralatan pelatihan 4 paket, bantuan
teknologi tepat guna 4 paket, padat karya instruktur 12 paket,
pemberian santunan TKI dan pembayaran santuan dari Jamsostek.
Selanjutnya
Muhaimin melakukan pertemuan dengan Pimpinan Pemerintah Daerah, alim
ulama dan masyarakat Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur. Di lokasi
ini pun Menakertans pun memberikan bantuan berupa subsidi program
kewirausahaan 4 paket, peralatan pelatihan 4 paket, bantuan teknologi
tepat guna 4 paket, padat karya instruktur 12 paket, pemberian santunan
TKI dan pembayaran santuan dari Jamsostek.
"Saya minta Pemda Sampang
sungguh-sungguh melatih warganya untuk berwirausaha mendiri, pemerintah
pusat akan membantu sekuat tenaga. Ayo kita kurangi jumlah TKI," tambah
pria yang kerap disapa Cak Imin ini.
Mengakhiri safari ramadhan
ke 19 ini, Cak Imin yang juga Ketua Umum PKB ini menuju Pondok
Pesantren Miftahul Ulum pimpinan Kiai Zaini Saleh untuk bersilaturahmi
dan buka bersama dengan ulama–ulama Se Madura. Di lokasi pesantren
Menakertans memberikan bantuan sarana dan prasarana, buku, bingkisan
santuan anak yatim piatu, serta melakukan dialog interaktif RRI dengan
masyarakat.(*)
(T.KR-ZIZ/M027/P003)Editor: Priyambodo RH
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com