Wiranto: Kedaulatan Jangan Diukur Untung-rugi
Jumat, 3 September 2010 20:03 WIB | 1491 Views
Ketua Umum Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) H. Wiranto. (ANTARA)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Partai Hati
Nurani Rakyat Wiranto menilai persoalan kedaulatan bangsa hendaknya
hendaknya tidak diukur dari untung-rugi secara ekonomi.
"Bicara kedaulatan yakni kebanggaan sebagai bangsa, tidak bisa
dipertimbangkan dengan persoalan ekonomi. Kami menyayangkan hal ini,"
kata Wiranto kepada pers di Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai
Hanura, di Jakarta, Jumat malam.
Hal itu dikatakan Wiranto menanggapi pidato Presiden Susilo Bambang
Yudhoyono dalam menyikapi persoalan perbatasan antara Indonesia dan
Malaysia, yakni menghargai hubungan diplomatik kedua negara.
Menurut Wiranto, persoalan kedaulatan adalah persoalaan kebanggaan
sebagai bangsa yang merupakan martabat dari bangsa yang merdeka, hal ini
tidak diukur dari pendekatan ekonomi.
Mantan Panglima TNI itu mencontohkan, pada saat Indonesia baru
merdeka terjadi Bandung Lautan Api, yakni sejumlah gedung-gedung
bersejarah di Kota Bandung dibakar karena Pemerintah Indonesia saat itu
tidak rela kedaulatan yang telah diperoleh ingin diusik lagi.
Kasus lain soal kedaulatan negara, kata dia, terjadi di Surabaya
saat tentara sekutu datang kembali ke Indonesia.
Tentara Indonesia saat itu yang memiliki persenjaan tidak seimbang
dengan tentara sekutu berjuang mati-matian membela kedaulatan bangsa dan
negara.
"Kita tidak bermaksud mengajari atau menyalahkan dalam hal ini, tapi
hanya mengingatkan, yakni masalah kedaulatan hendaknya tidak diukur
dengan untung rugi secara ekonomi," katanya.
Menurut Wiranto, bangsa Indonesia sudah sering mengalami
tindakan-tindakan yang tidak sepantasnya dilakukan oleh negeri jiran,
Malaysia.
Peristiwa penangkapan tiga petugas dari Kementerian Kelautan dan
Perikanan, kata dia, hanya salah satunya saja dari tindakan yang tidak
sepantasnya dilakukan.
"Seharusnya bangsa Indonesia menyikapinya lebih keras lagi. Sikap
keras itu bukan berdasarkan emosional tapi demi kedaulatan bangsa dan
negara, agar tidak dilecehkan lagi," katanya.
Sementara itu, Ketua DPP Partaiu Hanura, Akbar Faisal mengatakan,
sikap Partai Hanura terhadap persoalan perbatasan antara Indonesia,
jelas yakni berada di garis depan.
Di legislatif, kata dia, sikap Fraksi Hanura DPR juga jelas yakni
menjung tinggi kedaulatan.
Soal usulan hak interpelasi yang diwacanakan Fraksi Partai Golkar,
katanya, Fraksi Hanura tidak mau terjebak pada manuver Fraksi Partai
Golkar.
"Kami melihat Fraksi Partai Golkar tidak serius mengusulkan hak
interpelasi, sehingga kami tidak mau terjebak," kata Akbar. (R024/K004)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com