Markas Polisi Sektor Mamunu yang hangus dibakar oleh warga, saat terjadi bentrok antar Polisi dan Warga di Buol, Sulawesi Tengah, Jumat (3/9). (ANTARA/Muhamad Nasrun)

Berita Terkait
Palu (ANTARA News) - Korban penembakan dalam kerusuhan di Buol, Sulawesi Tengah, Supriyadi (36) dikebumikan di Desa Diat Kecamatan Bukal, Sabtu sore.

Penguburan dihadiri Kapolda Sulteng, Brigjen Pol Muh Amin Saleh, Wakil Gubernur Sulteng Achmad Yahya, Kabidbinkum Polda Sulteng AKBP Rais Adam, Direktur Samapta Polda Sulteng, Kombes Pol Irfaisal Nasution, Wakil Bupati Buol Ramli Kadadia, dan sejumlah pejabat lainnya di jajaran Pemkab Buol.

Ratusan masyarakat dari desa tentangga ikut melayat dan mengantar almarhum ke kuburan.

Ahli waris almarhum mendapat sejumlah santunan dari Kapolda, Wagub Sulteng, dan bantuan dari koperasi unit desa, tempat almarhum bekerja.

Supriyadi mengalami luka tembak di kantung kemih pada bentrok antara warga dengan aparat kepolisian Selasa, (30/8). Selama dirawat di rumah sakit, almarhum dibantu pernapasan oksigen dan saluran infus di lengan dan kaki. Setelah tiga hari dirawat di rumah sakit almarhum akhirnya meninggal dunia Sabtu pukul 07.30 Wita.

Korban meninggal dunia akibat bentrokan warga dan polisi mencapai delapan orang. yaitu Supriyadi, Saktipan Kapuung, Herman Hasan, Amran Abjalu, Rasyid S Jopori, Ridwan D Majo, Arfan Salakea, dan Muslimin Ashora.

Dua dari korban tersebut adalah pegawai negeri sipil di lingkungan Pemerintah Kabupaten Buol yakni Saktipan Kapuung dan Herman Hasan.

Bentrokan di Buol pecah berawal dari aksi sweeping balapan liar yang dilakukan aparat kepolisian Polres Buol, Sabtu (28/8) malam. Aksi sweeping tersebut mengakibatkan seorang anggota polantas ditabrak oleh Kasmir Timumun, warga kelurahan Kali .

Kasmi ditahan di Mapolsek Biau lalu pihak keluarga mendapat kabar bahwa Kasmir telah meninggal dunia. Versi polisi, Kasmir bunuh diri tetapi keluarga tidak yakin Kasmir melakukan itu.

Keluarga korban dan masyarakat lainnya marah hingga akhirnya mengamuk dan melempari Polsek Biau pada Senin (30/8). Aksi kembali berlangsung pada Selasa (31/8) hingga Rabu (1/8) dini hari.
(A055/A038)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2010

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar