Kendari (ANTARA News) - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam, mengatakan bahwapPembangunan Jembatan Bahtermas yang menghubungkan mulut Teluk Kendari, yang diperkirakan bisa menyerap dana senilai Rp700 miliar, sepenuhnya dibiayai dengan bantuan Cina.

"Kewajiban kita, pemerintah provinsi, hanya membiayai desain gambar konstrukisi jembagan dan uji kelayakan. Seluruh pembiayaan pembangunan jembatan, sepenuhnya dibiyai Pemerintah Negara Cina," kata Nur Alam di Kendari, Minggu.

Ia merasa perlu menjelaskan hal tersebut, karena pembangunan Jembatan Bahteramas banyak mendapat sorotan dari masyarakat, termasuk kalangan anggota Dewan Perakilan Rakyat Daerah (DPRD).

Sebagian kalangan, kata Nur Alam, menganggap pembangunan Jembatan Bahteramas, belum menjadi kebutuhan prioritas masyarakat, sehingga dana untuk membangun jembatan itu, sama saja menghambur-hamburkan uang rakyat.

Padahal, ujar Nur Alam, pembangunan jembatan yang akan menjadi icon Sultra itu, tidak menggunakan dana APBD maupun APBN, kecuali biaya desai gambar konstruksi dan uji kelayakan.

"Pemerintah Provinsi Sulawesi Selatan membangun bandara Rp500 miliar dibiayai bantuan luar negeri. Masak, Sultra ada bantuan negara lain yang mau membiayai pembangunan jebatan, kita mau tolak, kan aneh," katanya.

Ia menyadari, kalau bantuan itu merupakan utang yang harus dikembalikan menggunakan uang negara atau rakyat dalam jangka waktu tertentu.

Namun, menurut dia, tanpa menerima tawaran dari Cina berupa bantuan senilai Rp700 miliar itu, rmaka akyat Sultra tetap menanggung utang bantuan luar negeri yang dialokasikan di daerah lain.

"Kalau daerah lain seperti Sulsel membangun bandara dengan dana dari luar negeri, Sultra kenapa tidak," katanya.

Nur Alam mengaku jika saat ini memang jembatan tersebut belum menjadi kebutuhan prioritas, namun 10 sampai 20 tahun ke depan, jembatan tersebut akan sangat diperlukan masyarakat.

"Saya yakin itu, jembatan ini akan menjadi kebutuhan utama," ujarnya.
(T.ANT-227/P003)

Editor: Priyambodo RH

COPYRIGHT © 2010

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar