Besok Pantai Kartini Digunakan Untuk Lihat Hilal
Selasa, 7 September 2010 18:06 WIB | 1260 Views
Seorang petugas mengamati penampakan hilal (bulan yang baru terbit) dengan menggunakan teropong perbesaran 400 kali, saat melakukan rukyat (aktivitas mengamati penampakan hilal), untuk menentukan awal puasa, di Masjid Agung Jawa Tengah, di Semarang (11/9 (ANTARA/R Rekotomo)
Berita Terkait
Jepara (ANTARA News) - Pantai Kartini Jepara akan digunakan oleh Tim Rukyat Kantor Kementerian Agama Kabupaten Jepara, Jawa Tengah, untuk melihat hilal (bulan) sebagai syarat penentuan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1431 Hijriyah Rabu (8/9).
Menurut Kepala Seksi Urusan Agama Islam pada Kantor Kementerian Agama Jepara, Muhammad Habib, di Jepara, Selasa, "rukyatul hilal" akan dilakukan Rabu besok mendekati waktu magrib.
"Sekitar pukul 04.00 WIB, kami harus mempersiapakn peralatan yang dibutuhkan untuk melihat hilal," ujarnya.
Rencananya, kata dia, kegiatan tersebut dipusatkan di Pantai Kartini, Jepara dengan mendatangkan beberapa petugas dari instasi terkait dan para akademisi, serta masyarakat.
Ia memperkirakan, penentuan 1 Syawal ini tidak akan diikuti Kantor Kementerian Agama Provinsi Jawa Tengah, seperti halnya penentuan awal Ramadan 1431 bulan lalu.
Penentuan 1 Syawal nanti hanya akan diikuti pejabat Kantor Kementerian Agama dan petugas pemerintahan di Jepara dan daerah sekitarnya.
"Kemungkinan besar, Kantor Kementerian Agama Provinsi Jateng akan melakukan kegiatan serupa di daerah lain," ujarnya.
Sejumlah tokoh diperkirakan hadir, diantaranya ahli rukyat, Nur Rohmat dari Kantor Kementerian Agama Jepara, ormas Islam seperti Muhammadiyah dan Nahdlatul Ulama (NU), serta perwakilan dari Kementerian Agama Kabupaten Pati.
Hasil "rukyatul hilal" akan dilaporkan kepada Kementerian Agama meskipun hilal belum bisa dilihat atau sudah.
"Nantinya, pihak yang benar-benar melihat hilal akan disumpah oleh Dewan Isbat," ujarnya.
Apabila hilal tidak terlihat, maka pengumuman penentuan 1 Syawal 1431 Hijriah menunggu pengumuman atau keputusan Menteri Agama. "Bisa saja, di daerah lain hilal bisa terlihat," ujarnya. (*)
KR-AN/A030/AR09Editor: Jafar M Sidik
COPYRIGHT © 2010
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com