Singkawang (ANTARA News) - Penyajian ketupat terbanyak di Kota Singkawang pada 18 dan 19 September 2010 akan masuk Museum Rekor Dunia Indonesia.

Manajer Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI) Sriwidayati di Singakwang, Selasa, mengatakan, kegiatan itu akan menumbangkan rekor lama yaitu penyajian 12.000 porsi ketupat.

Ia berharap beberapa rekor yang telah dibuat Kota Singkawang akan memacu masyarakat untuk terus berkarya.

Kabag Humas Protokol Setda Singkawang Hendra A. Yusra memberikan apresiasi kepada Komunitas Mahasiswa Kota Singkawang Yogyakarta (KOMASI) sebagai pemrakarsa penyajian ketupat terbanyak.

Menurut Yusra, siapa saja diperbolehkan membuat karya terbaik untuk Kota Singkawang. Ide tidak mesti dari pemerintah, masyarakat yang memiliki ide kreatif dipersilakan menciptakan rekor yang inovatif dari bahan apa saja.

Sebelumnya telah dilakukan peluncuran dan pengukuran replika ketupat terbesar di Halaman Mess Daerah Kota Singkawang. "Replika ketupat dibuat menggunakan 42 lembar tripleks," katanya.

Setelah dilakukan pengukuran oleh perwakilan Muri, replika ketupat itu berukur panjan 8 x 8,6 m, lebar 7 x 7 m.

Sriwidiawati mengatakan replika ketupat terbesar itu tercatat yang ke 4732.

Walikota Singkawang Hasan Karman mengatakan pembuatan replika ketupat tersebut tidak menggunakan ABPD Kota Singkawang. "Repika ketupat itu bantuan dari donatur,"katanya.

Dananya berasal dari sejumlah donatur yang ingin melihat Singkawang lebih maju dan berkemnag sebagai kota tujuan wisata. Sejumlah catatan rekor pada MRI telah dilakukan beberapa kali di Kota Singkawang, Di antaranya replika naga terbesar peringatan tahun baru Imlek 2559/2008.

Kemudian pemasangan lampion terbanyak peringatan tahun baru Imlek 2560/2009, pengenaan pakaian kebaya terbanyak pada peringatan Hari Kartini 2009, lampion terbesar dan kue keranjang terbesar yang pada awal 2010 pada rangkaian perayaan Tahun Baru Imlek 2561, dan replika ketupat Idul Fitri 1431 Hijriyah. (ANT-169/K004)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2010

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar