Surabaya (ANTARA News) - Sebanyak 74 perwira Komando Daerah Militer (Kodam) V/Brawijaya dinyatakan tidak lulus ujian renang militer di kawasan Bedali, Lawang, Kabupaten Malang.

Kepala Penerangan Kodam V/Brawijaya, Letkol (Inf) A Mulyono di Surabaya, Kamis, mengatakan, ujian renang menempuh jarak 50 meter dengan mengenakan pakaian dinas lapangan berwarna loreng dan helm serta bersenjata lengkap itu diikuti 166 perwira.

"Dari jumlah itu 74 perwira gagal dan harus mengikuti her (mengulang). Dari 74 yang ikut her, masih ada sembilan periwira yang tidak lulus," katanya.

Ujian renang itu bagian dari uji petik tahun anggaran 2010 yang diikuti para perwira pertama (berpangkat letnan dua hingga kapten) dan perwira menengah (mayor hingga kolonel) TNI Angkatan Darat.

Uji petik itu terbagi dalam dua gelombang. Gelombang pertama untuk para perwira menengah pada 30 November-2 Desember 2010, sedangkan gelombang kedua untuk perwira pertama pada 8-10 Desember 2010.

Kegiatan tersebut dipantau langsung Panglima Kodam V/Brawijaya, Mayjen TNI Gatot Nurmantyo.

Menurut dia, uji petik itu dilaksanakan berdasarkan Peraturan Kepala Staf TNI Angkatan Darat Nomor Perkasad/118/XII/2009 tanggal 31 Desember 2009 dan Surat Keputusan Pangdam V/Brawijaya Nomor Kep/01/I/2010 tanggal 4 Januari 2010.

Selain renang militer, materi uji petik terdiri atas lintas alam, halang rintang, dan menembak dengan menggunakan senapan dan pistol.

Dalam ujian lintas alam, dua orang perwira dinyatakan tidak lulus karena mengalami keseleo pada kakinya.

Para peserta uji petik juga dibekali ilmu pengetahuan tentang militer yang meliputi rencana latihan, membuat rencana lapangan, geladi posko, dan ilmu medan peperangan di darat. (M038/K004)

Editor: Kunto Wibisono
Copyright © ANTARA 2010