Jakarta (ANTARA News) - Malaysia membantah bahwa Federasi Sepak bola Malaysia (FAM) telah didenda dan diskorsing oleh FIFA karena insiden sinar laser pada final pertama Piala AFF Suzuki antara Malaysia dan Indonesia, Minggu (26/12), dan menyebut hal itu hanyalah siasat untuk melemahkan pasukan Harimau Malaya.

Hal itu disampaikan Menteri Pemuda dan Olahraga Malaysia Shabery Cheek Datuk Ahmad seperti dikutip dari kantor berita Bernama, Rabu.

Menurut Shabery, laporan tersebut hanya upaya oleh beberapa orang yang tidak bertanggung jawab untuk melemahkan semangat tim Malaysia yang akan menghadapi Indonesia di Gelora Bung Karno pada Rabu.

"Saya telah menanyakan ke Sekjen FAM Azzuddin Datuk Ahmad dan menemukan bahwa laporan tersebut hanya rumor dan benar-benar tak berdasar," kata Ahmad Shabery.

Komentar Menteri itu dikemukakan atas pertanyaan wartawan Indonesia dalam konferensi pers bersama antara Ahmad Shabery dan Menteri Pemuda dan Olahraga Indonesia Andi Mallarangeng. Pertanyaan wartawan tersebut membuat terkejut menteri Malaysia itu..

"Saya hanya mendengar dari anda (wartawan Indonesia). Jika benar, FAM tentu akan mengambil langkah yang diperlukan," katanya.

Wartawan Indonesia lainnya juga menanyakan apakah Malaysia membenarkan penggunaan sinar laser kepada pemain Indonesia di final pertama di Stadion Nasional Bukit Jalil.

Ahmad Shabery menyatakan penyesalannya dengan tegas atas insiden itu dan pihak berwenang telah diminta untuk melakukan penyelidikan.

"Kami selalu berusaha untuk memastikan pertandingan berlangsung aman tanpa gangguan. Namun untuk memastikan semua penonton dalam keadaan baik, itu di luar kawalan kami. Karena itu, kami akan terus memperbaiki kekurangan tersebut," katanya.
(T009/B010)

Pewarta:
Editor: Bambang
Copyright © ANTARA 2010