London (ANTARA News) - Seorang pakar penjinak bom Inggris tewas di Afghanistan selatan pada Selasa (28/12), ketika bom rakitan meledak pada saat dia membersihkan ranjau jalan, kata Kementerian Pertahanan Inggris di London.

Tentara, dari bagian kelompok khusus yang ditugasi menangani ancaman bom rakitan yang diletakkan oleh para gerilyawan Taliban, itu terperangkap dalam ledakan di distrik Lashkar Gah, di provinsi Helmand yang bergolak.

Pihak keluarga korban, menurut kementerian pertahanan, telah diberitahu. Kematian tentara itu, dari 23 Resimen Pioneer, Korps Logistik Kerajaan, menjadikan 348 jumlah tentara Inggris yang tewas sejak operasi di Afghanistan Oktober 2001.

Tingkat tentara Inggris yang tewas telah menurun karena mereka menyerahkan kontrol pasar kota Sangin, Helmand, yang rentan kepada pasukan AS pada September.

Inggris memiliki sekitar 9.500 tentara di Afghanistan, sebagian besar memerangi gerilyawan Taliban di Helmand.

Sementara itu dari Islamabad Kantor Berita China, Xinhua, memberitakan sedikit-dikitnya 16 orang tewas dalam empat kali serangan pesawat tak berawak AS secara berturut-turut pada Selasa petang di daerah suku Pakistan timur laut, di Waziristan Utara.

Dalam serangan pertama, pesawat mata-mata Amerika Serikat (AS) menembakkan dua rudal pada dua rumah di daerah Tehsil Ghulam Khan, di Waziristan Utara, menewaskan lima orang yang berada di dalam rumah tersebut.

Dalam serangan kedua yang terjadi beberapa menit kemudian, tiga orang tewas sedangkan saluran TV berbahasa Urdu DAWN mengklaim 12 orang meninggal di dalam serangan rudal itu. Saat serangan ketiga, empat orang meninggal dan dua lainnya cedera.

Serangan kedua dan ketiga dilakukan di daerah yang sama dengan serangan pertama, namun media setempat tidak memberikan laporan lebih rinci mengenai target serangan itu.

Smentara itu, AFP melaporkan, serangan keempat menewaskan empat orang ketika dua rudal dilaporkan ditembakkan pada sebuah kendaraan di daerah Datta Khel, Waziristan Utara.

Waziristan Utara yang berbatasan dengan Afghanistan diyakini oleh AS dan negara-negara Barat sebagai tempat yang aman bagi kaum gerilyawan dan kelompok garis keras.

Secara keseluruhan sudah 113 orang tewas akibat 15 serangan pesawat mata-mata AS di Pakistan barat laut selama bulan ini.
(Uu.H-AK/S008/P003)

Editor: Priyambodo RH
Copyright © ANTARA 2010