Beijing (ANTARA News) - Gempa dengan kekuatan 7,1 pada skala Richter mengguncang bagian tengah Chile pada pukul 17:21 waktu setempat, Minggu (Senin, 03:21 WIB), demikian laporan Pusat Jaringan Keadaan Darurat China.

Dengan kedalaman 30 kilometer, pusat gempa itu berada 38,2 derajat Lintang Selatan dan 73,3 derajat Bujur Barat.

Pusat gempa, katanya, berada sekitar 590 kilometer dari kota Santiago.

Menurut U.S. Geological Survey (USGS), gempa tersebut terjadi pukul 17:20 waktu setempat, dengan pusat gempa berada pada kedalaman 16,9 kilometer, dan 70 kilometer di sebelah utara kota Temuco serta sekitar 595 kilometer di sebelah selatan Santiago, ibukota Chile.

Laporan pertama menyatakan gempa itu mengakibatkan terputusnya pasokan listrik, yang membuat warga jadi khawatir.

Pada 27 Februari 2010, gempa dengan kekuatan 8,8 pada skala Richter mengguncang bagian tengah-selatan Chile, menewaskan sedikitnya 500 orang dan membuat sebanyak 800.000 orang kehilangan tempat tinggal.

"Sampai saat ini kami tak memiliki laporan mengenai korban cedera. Tak ada kerusakan, cuma saluran telefon yang kebanyakan pengguna dan sebagian pasokan listrik terputus. Kami terus memantau keadaan," kata kepala kantor penanganan kondisi darurat di negeri itu, Onemi, Vicente Nunez.

Ia mengatakan kemungkinan tsunami di sepanjang garis pantai Pasifik telah dikesampingkan dan ia mendesak warga pantai yang telah bergegas ke tempat yang lebih tinggi agar pulang ke rumah mereka.

"Kami telah memberitahu rakyat agar kembali ke rumah mereka sebab tak ada siaga tsunami," katanya. Ia mengatakan gempa yang cukup besar telah terjadi dengan kekuatan 5,0 pada skala Richter.

Ekonomi Chile, produsen tembaga utama di dunia, telah melonjak akibat pengeluaran besar guna membangun kembali berbagai kota besar yang diporak-poranda oleh gempa Februari tahun lalu dan harga barang eksport utamanya.

Kegiatan normal di bagian tambang tembaga Codelco, di Andea, Chile, setelah gempa paling akhir tersebut, kata seorang wanita jurubicara.

Perusahaan energi milik energi ENAP menyatakan mereka beroperasi secara biasa di kilang minyak Bio Bio utama di negeri itu, yang rusak parah akibat gempa kuat tahun lalu. (*)

Xinhua/Reuters/C003/A011

Pewarta:
Editor: Jafar M Sidik
Copyright © ANTARA 2011