Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah berencana menurunkan Biaya Penyelenggaraan Ibadah Haji (BPIH) atau ongkos naik haji tahun 1430 Hijriyah/2009 Masehi.

"Itu komitmen kita bersama dengan turunnya harga avtur, sebab dulu kenaikannya juga karena kenaikan harga avtur. Kecuali harga avtur mendadak naik lagi, kami bersama DPR akan mendesak supaya ongkos penerbangan diturunkan sehingga BPIH bisa turun," kata Direktur Pengelolaan BPIH dan Sistem Informasi Haji Departemen Agama Abdul Ghafur Djawahir di sela rapat kerja dengan Komisi VIII DPR RI di Jakarta, Rabu.

Biaya penerbangan per jemaah dalam BPIH tahun 2008 rata-rata 1.859 dolar AS (54 persen dari BPIH) dan tahun ini dewan berharap nilainya bisa diturunkan menjadi maksimal 1.500 dolar AS per jemaah.

"Kita tahu, harga bahan bakar di dunia internasional turun maka realistislah kalau ongkos penerbangan juga turun. Kami berharap ongkosnya maksimal sekitar 1.500 dolar AS," kata Ketua Komisi VIII DPR RI Hasrul Azwar.

Namun demikian pemerintah dan pemangku kepentingan terkait belum menyepakati besaran penurunan biaya penerbangan jemaah yang merupakan salah satu komponen penentu BPIH.

Abdul Ghafur dan Hasrul mengatakan, pembahasan lebih lanjut mengenai ongkos penerbangan dengan pihak maskapai penerbangan akan dilakukan setelah Direktorat Jendral Perhubungan Udara Departemen Perhubungan menetapkan spesifikasi pesawat yang layak digunakan perusahaan penerbangan.

"Spesifikasi rencananya ditetapkan paling lambat tanggal 15 Februari mendatang, itu akan menjadi awal penentuan ongkos penerbangan. Kalau sekarang pihak maskapai juga belum bisa memperkirakan penurunannya," jelas Hasrul.

Selanjutnya, ia menjelaskan, pemerintah bersama dengan anggota dewan dan pemangku kepentingan terkait akan membahas penurunan ongkos penerbangan dan penentuan BPIH. "Pembahasan targetnya selesai tanggal 28 Februari mendatang dan pengesahan BPIH oleh pemerintah rencana dilakukan tanggal 3 Maret 2009," katanya.

Tahun 2008 besaran BPIH bervariasi antara 3.258 dolar AS dan Rp501.000 hingga 3.517 dolar AS dan Rp501.000 sesuai dengan daerah embarkasi jemaah.

BPIH embarkasi Aceh sebesar 3.258 dolar AS dan Rp501.000, embarkasi Medan 3.292 dolar AS dan Rp501.000, embarkasi Batam 3.292 dolar AS dan Rp501.000, embarkasi Padang 3.258 dolar AS dan Rp 501.000 serta embarkasi Palembang 3.379 dolar AS dan Rp501.000.

Sedang untuk embarkasi Jakarta sebesar 3.430 dolar AS dan Rp501.000, embarkasi Solo 3.379 dolar AS dan Rp 501.000, embarkasi Surabaya 3.430 dolar AS dan Rp501.000, embarkasi Banjarmasin 3.517 dolar AS dan Rp501.000, embarkasi Balikpapan 3.517 dolar AS dan Rp 501.000 serta embarkasi Makassar 3.517 dolar AS dan Rp501.000.

Komponen BPIH 1429 Hijriyah tersebut terdiri atas biaya penerbangan sebesar 1.859 dolar AS (54 persen), biaya operasional dan biaya hidup selama di Arab Saudi 1.528 dolar AS (44,4 persen) serta biaya operasional di dalam negeri Rp 501.000 (1,6 persen). (*)