Surabaya (ANTARA News) - Kejuaraan balap sepeda internasional "Tour de East Java" (TdEJ) 2012 kembali ke format lama dengan melombakan lima etape, setelah selama tiga tahun terakhir hanya berlangsung sebanyak tiga etape.

Ketua Yayasan "TdEJ" Sastra Harijanto Tjondrokusumo kepada wartawan di Surabaya, Jumat, mengatakan penambahan etape lomba tidak lepas dari dukungan sejumlah sponsor dan Pemerintah Provinsi Jawa Timur.

"Tiga tahun terakhir kami memang sedikit kesulitan dalam hal pendanaan sehingga terpaksa memangkas jumlah etape agar lomba ini tetap eksis," katanya usai peluncuran lomba bertitel "Jawa Pos-Polygon TdEJ 2012".

Sejak pertama kali digelar pada 2005, balapan TdEJ telah melombakan sebanyak lima etape. Namun, pada periode 2009-2011, perlombaan hanya berlangsung tiga etape, karena panitia kesulitan pendanaan.

Sesuai jadwal, lomba tahunan kalender Badan Balap Sepeda Internasional (UCI) grade 2.2 itu, akan berlangsung pada akhir September 2012 dengan mengambil rute beberapa daerah di Jatim, seperti Probolinggo, Malang, Tulungagung, Tuban, dan Surabaya.

"Kami masih melakukan survei untuk rute lomba dan masih belum final. Kawasan wisata Gunung Bromo, Pantai Bentar (Probolinggo), Malang, dan Kota Batu masuk dalam daftar. Begitu juga kemungkinan melewatkan pebalap di Jembatan Suramadu," tambah Harijanto.

Ia menambahkan, jumlah tim peserta yang akan ikut TdEJ hampir dipastikan tidak mengalami perubahan dari tahun lalu, yakni 20 tim.

"Namun, komposisinya belum diputuskan. Apakah tetap 15 tim asing dan lima lokal, atau ada perubahan dengan memperbanyak peserta asingnya," katanya.

Kendati pelaksanaannya masih delapan bulan lagi, saat ini sudah ada beberapa tim asing tertarik bergabung, di antaranya dari Jerman, Uzbekistan, Australia, dan Selandia Baru.

Wakil Gubernur Jatim Saifullah Yusuf yang hadir dalam peluncuran itu, berharap lomba balap sepeda TdEJ bisa menjadi salah satu ikon Provinsi Jatim dalam promosi pariwisata dan potensi daerah ke dunia internasional.

"Even ini bisa menjadi pendorong percepatan industri pariwisata Jatim, karena banyak peserta asing yang datang," ujarnya.

(T.D010/M026)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar