logo Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI. (istimewa)

Kalteng dengan luas 1,5 kali pulau Jawa, dianugrahi Tuhan Yang Maha Kuasa sumberdaya alam yang melimpah, yakni perkebunan, pertambangan, kehutanan, pertanian, peternakan dan sebagainya.
Berita Terkait
Palangka Raya (ANTARA News) - Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) RI lakukan sosialisasi perluasan pasar non-tradisional Kalimantan Tengah (Kalteng), melalui pemanfaatan perluasan pasar non-tradisional di negara-negara wilayah Eropa Tengah dan Timur.

Duta Besar Fungsional untuk Amerika dan Eropa, Kemenlu Eddi Hariyadhi, di Palangka Raya, Sabtu, mengatakan melihat kemungkinan potensi pasar yang dimiliki Kalteng, selama ini belum banyak diketahui Eropa Tengah dan Timur.

"Seperti potensi rotan yang ada di Kabupaten Katingan sangat luar biasa, dan itu menjadi bahan bagaimana Kemenlu bersama dengan Pemerintah Rusia berbuat sesuatu memajukan industri di Kalteng," ungkapnya.

Eddi mengharapkan, pertemuan yang dilakukan melalui sosialisasi itu dapat dimanfaatkan dengan baik, bukan sekedar tatap muka, tetapi yang penting dari itu adalah tindak lanjut bagaimana menyatukan persamaan yang ada di Indonesia khususnya Kalteng dengan Rusia.

Sementara Gubernur Kalteng Agustin Teras Narang mengatakan, sosialisasi masalah optimalisasi pemanfaatan perluasan pasar non-tradisional di negara-negara wilayah Eropa Tengah dan Timur merupakan suatu kesempatan yang baik bagi Kalteng.

Kalteng dengan luas 1,5 kali pulau Jawa, dianugrahi Tuhan Yang Maha Kuasa sumberdaya alam yang melimpah, yakni perkebunan, pertambangan, kehutanan, pertanian, peternakan dan sebagainya.

"Kelemahan Kalteng dengan luas itu mengakibatkan infrastruktur tidak terbangun dengan baik, terutama yang menyangkut masalah pelabuhan laut, pelabuhan udara, juga transportasi jalan, jembatan dan lain sebagainya," katanya.

Dengan berbagai potensi yang dimiliki Kalteng itu, diharapkan semakin banyak pengusaha Kalteng yang melakukan kontrak bisnis dengan mitranya dari wilayah Eropa Tengah dan Timur, sehingga dapat mendorong peningkatan perdagangan Indonesia dengan negara kawasan Eropa.

Selanjutnya, terkait dengan sosialisasi yang dilakukan itu, dia mengharapkan apa yang disampaikan akan direspon, sehingga Pemerintah Kalteng akan menjembatani hal-hal yang menjadi perhatian bersama.

Kemudian mengenai kehadiran Kemenlu ke Kalteng, merupakan suatu hal yang baik dan perlu ditingkatkan lagi, terutama dalam rangka mengetahui secara baik berkenaan dengan masalah potensi daerah masing-masing di Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

"Saya sangat mendukung apa yang dilakukan Kemenlu, bahwa Kemenlu tidak hanya berbicara dengan luar negeri, tetapi harus juga paham, mengerti dan melihat langsung keadaan yang ada di daerahnya," tegas Teras.

Sehingga, dalam menjalankan tugasnya, baik selaku Duta Besar maupun sebagai Konsulat Jenderal atau apapun, perwakilan Indonesia di negara manapun betul-betul tahu keadaan di Indonesia dari Sabang sampai Merauke.

Secara khusus kepada Pemerintah Rusia, Gubernur menyampaikan apresiasi yang besar, karena di Kalteng mempunyai sesuatu kenangan yang luar biasa berkenaan dengan pembangunan jalan dari Palangkaraya ke Tangkiling dengan panjang sekitar 40 Km di tahun 60an.

"Kami berharap, tidak hanya berhenti di tahun 60-an saja, tetapi hubungan baik itu dapat dijalin lagi dengan baik, bukan hanya terkait infrastruktur, tetapi hal lain yang berguna bagi Indonesia dan Eropa," katanya.

(KR-GR/R010)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar