Jakarta (ANTARA News) - Anggota DPR RI asal daerah pemilihan IX Jawa Tengah (Brebes, Kabupaten Tegal dan Kota Tegal), Dewi Aryani mengatakan, alasan pemerintah mengimpor bawang merah sebagai bibit tak beralasan sama sekali.

"Pernyataan pemerintah diberbagai media yang menyatakan bahwa bibit bawang merah didatangkan dari luar negeri amat menyakitkan segenap penggiat pertanian," kata Dewi kepada ANTARA News, Jakarta, Minggu.

Menurut dia, sumberdaya manusia dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia, para ahli, pakar pertanian baik terkait lahan maupun peneliti tanaman unggulan sangat bisa diandalkan untuk mendapatkan bibit bawang merah.

"Tinggal bagaimana pemerintah baik pusat maupun daerah bersinergi memberdayakannya," ujar politisi PDIP itu.

Lebih lanjut Dewi menyatakan, fenomena dan berbagai kebijakan pemerintah di beberapa sektor makin tak berpihak pada rakyat.

"Kebijakan penting bidang pertanian diantaranya mengenai impor bawang merah harus dicabut dan diganti dengan kebijakan subsidi petani rempah dan bumbu nasional. Subsidi bisa berupa alokasi dana untuk penyediaan pupuk, bibit unggulan hasil riset LIPI, revitalisasi lahan, termasuk kebijakan proteksi terhadap kompetisi impor produk serupa dari luar Indonesia," kata anggota Komisi VII DPR RI itu.

Ia meminta kepada pemerintah untuk melibatkan pihak-pihak terkait, utamanya petani sebelum membuat kebijakan.

"Kita buka saja sistem dan mekanisme pembuatan kebijakan apakah sudah melibatkan juga petani selaku pemangku kepentingan. Dan apakah kebijakan ini membawa dampak dan manfaat mensejahterakan rakyat? Jika hasil kajian menunjukkan kebijakan malah membuat rakyat sengsara maka Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan harus segera mencabut izin impor bahan-bahan bumbu nasional terutama bawang merah," ungkap Dewi.

Ia menambhakan, sinergi dalam membuat kebijakan perlu dilakukan segera oleh Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan.

"Saya atas nama rakyat Brebes menantang pemerintah untuk melakukan debat terbuka dan ilmiah soal bawang merah. Mari kita bedah terbuka semua secara transparan soal kebijakan pertanian sektor ini terutama bawang merah," pungkas calon doktor UI ini. (Zul)

Editor: Ruslan Burhani

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar