Rio Ferdinand (REUTERS/Nigel Roddis )

Anton adalah adik saya. Kami tumbuh besar bersama dan saya telah melindunginya sejak kami kecil. Jika sesuatu terjadi padanya dan menyakitinya, saya akan selalu ada untuknya,"
Berita Terkait
London (ANTARA News) - Rio Ferdinand mengaku marah dan kecewa atas kasus pelecehan rasial yang terjadi pada adik lelakinya Anton Ferdinand.

Dia menyebut insiden tersebut dilakukan oleh orang yang berpikiran sempit. Rio juga kecewa terhadap isu rasisme yang merusak sepak bola Inggris.

Penyerang Manchester United itu akhirnya buka suara atas isu pelecehan rasial tersebut, yang mengakibatkan kapten Chelsea John Terry melepas jabatannya dan segera menghadapi sidang pada Juli mendatang.

John Terry diduga telah melontarkan kalimat bernada melecehkan secara rasial terhadap Anton Ferdinand, yang bermain untuk Queens Park Rangers (QPR).

Terry bersikukuh menolak tuduhan telah melecehkan Anton Ferdinand yang terjadi saat Chelsea bertanding melawan QPR di Loftus Road pada Oktober 2011. Kasus tersebut akan disidangkan pada 9 Juli, delapan hari setelah Euro 2012 berakhir.

"Anton adalah adik saya. Kami tumbuh besar bersama dan saya telah melindunginya sejak kami kecil. Jika sesuatu terjadi padanya dan menyakitinya, saya akan selalu ada untuknya," kata Rio.

"Dalam situasi seperti ini, ketika semuanya telah diketahui publik dan anda bahkan tidak bisa mengatakan apa pun, sungguh sangat mengecewakan. Hal itu tentu menjadi sulit bagi keluarga kami. Tapi pada akhirnya nanti, adik saya tidak menuduh siapa pun. Dia bukan tertuduh. Tapi dia harus menerima perlakuan tidak sopan dari sejumlah orang yang berpikiran sempit, yang sangat mengecewakan," jelas Rio.

"Saya berharap orang dapat melihat dampak yang terjadi akibat insiden itu. Jangan hanya fokus pada orang-orang yang terlibat, tapi juga dampaknya bagi semua. Dan berpikirlah sebelum berkata," tegasnya.

Sejak Oktober 2011, sejumlah pesan bernada kasar muncul di jejaring sosial Facebook dan Twitter yang ditujukan bagi pemain sepak bola berkulit hitam. Ketika itu juga terjadi insiden pelecehan rasial yang dilakukan pemain MU Patrice Evra terhadap pemain Liverpool Luis Suarez, yang akhirnya Patrice Evra dilarang bermain pada delapan pertandingan.
(F013)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar