Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS Senin sore melemah mengikuti terkoreksinya sebagian besar mata uang Asia.

Rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta Senin sore ditransaksikan pada 8.975 per dolar AS, melemah 15 poin dari posisi hari sebelumnya 8.960 per dolar AS.

"Mata uang euro bergerak melemah, posisi itu memberi efek negatif pada mata uang Asia termasuk rupiah," kata Managing Research Indosurya Asset Management Reza Priyambada di Jakarta, Senin.

Ia menambahkan, hambatan pemberian dana talangan untuk Yunani dari the Troika (pemantau Bank Eropa) kembali memberi dampak negatif bagi pasar finansial global sehingga kepercayaan pelaku pasar mereda.

"Hambatan the Troika untuk memberi dana talangan Yunani memberi kepercayaan pasar turun sehingga investor pasar uang cenderung kembali memegang dolar AS untuk menjaga asetnya," ujar dia.

Selain itu, lanjut dia, nilai tukar dalam negeri yang sudah menguat cukup signifikan terhadap dolar AS pada pekan lalu sudah masuk dalam area jenuh jual (oversold).

Ia mengatakan, dolar AS mendapatkan sentimen positif dari adanya laporan manufaktur regional yang rata-rata mengalami peningkatan di atas ekspektasi.

"Positifnya laporan manufaktur regional memicu penguatan dolar AS terhadap mata uang lainnya. Apresiasi dolar AS juga dipicu pernyataan the Fed dimana pengeluaran produksi dan aktivitas pasar tenaga kerja AS masih belum pasti positif sehingga pasar berbalik arah agak pesimistis dan beralih ke aset dolar AS," ujarnya.

Analis Tresur Telkom Sigma, Rahadiyo Anggoro menambahkan, minimnya sentimen positif dari eksternal kembali menekan nilai tukar domestik terhadap dolar AS.

"Indikator pergerakan pasar uang dalam negeri masih dari eksternal. Masih adanya kekhawatiran pelaku pasar terhadap penanganan krisis utang mendorong pelaku pasar uang memegang dolar AS," kata dia.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Senin (6/2) tercatat mata uang rupiah bergerak menguat ke posisi Rp8.988 dibanding sebelumnya di posisi Rp8.995.

(KR-ZMF/R010)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar