Jakarta (ANTARA News) - Industri manufaktur nonmigas nasional tumbuh 6,8 persen sepanjang 2011, lebih besar dari peningkatan industri serupa pada 2010 yang hanya 5,1 persen.

"Pertumbuhan sekarang tidak ada yang negatif. Dan 6,8 persen saya kira merupakan angka rata-rata pertumbuhan maksimal dari industri manufaktur," kata Menteri Perindustrian MS Hidayat di Jakarta, Selasa.

Menurut data Kementerian Perindustrian, semua sektor industri nonmigas selama 2011 tumbuh positif dengan pertumbuhan tertinggi pada kelompok industri logam dasar besi dan baja (13,06 persen); makanan, minuman dan tembakau (9,19 persen); serta tekstil, barang kulit dan alas kaki (7,52 persen).

Peningkatan pertumbuhan semua sektor industri diharapkan tetap tinggi tahun ini.

Menteri Perindustrian berharap selama 2012 pertumbuhan industri nonmigas bisa lebih dari tujuh persen.

Dia mengatakan pemerintah akan berkonsentrasi mendorong pertumbuhah industri, terutama sektor industri menengah dan kecil serta industri barang penunjang.

"Yang paling cocok sekarang, kalau industri besar sudah berjalan harus ada terhubung dengan industri penunjang. Kalau bangun pabrik otomotif ya harus terhubung dengan industri komponen dan lainnya," kata dia.

Menurut dia, sistem keterhubungan antara industri besar dan industri penunjang harus diterapkan di semua sektor.

"Itu baru namanya bisa tumbuh bersama," katanya.

Dia juga mengatakan, dalam hal ini pemerintah tidak akan memerikan toleransi pada investor besar yang tidak melibatkan pelaku usaha lokal untuk mendukung kegiatan usaha.

"Mereka harus melibatkan perusahaan lokal, itu permintaan saya," katanya.

Jaga Iklim

Wakil Ketua Kadin Indonesia Bidang Perindustrian, Riset dan Teknologi Bambang Sujagad mengatakan pemerintah harus menjaga iklim usaha tetap kondusif supaya tahun ini industri manufaktur nonmigas tetap tumbuh tinggi.

"Masalah upah harus diselesaikan dengan baik, kalau tidak akan mempengaruhi pertumbuhan industri tahun ini, terutama yang padat karya," kata Bambang.

Ia juga meminta pemerintah membantu pengembangan industri menengah dan kecil.

"Karena saya lihat adanya tren penurunan jumlah maupun nilai produksi," katanya tanpa menyebut besar penurunan dan sektor yang dimaksud.

Selain itu, menurut dia, pemerintah juga harus meningkatkan kembali ekspor produk manufaktur.

"Karena ekspor manufaktur turun dari 60 persen tahun 2010 menjadi sekitar 47 persen tahun 2011," katanya.

(M035)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar