Arbil, Irak (ANTARA News) - Kelompok gerilya Partai Buruh Kurdistan (PKK) menyatakan, Minggu, tidak ada korban di pihaknya dalam serangan udara Turki di daerah perbatasan Irak utara.

"Pesawat-pesawat tempur Turki membom daerah-daerah Zab dan Khowakirk mulai pukul 21.00 Sabtu (Minggu pukul 01.00 WIB) dan berlangsung selama satu jam," kata juru bicara PKK Bakhtiar Dogan kepada AFP melalui telefon.

Dogan mengatakan, serangan udara itu menimbulkan kerusakan pada "pertanian dan sejumlah desa", namun tidak ada korban di pihak PKK. Ia juga tidak menyebutkan ada korban di kalangan sipil.

Militer Turki menyatakan, pesawat-pesawatnya melancarkan serangan Sabtu ke posisi yang dicurigai sebagai tempat persembunyian gerilyawan Kurdi di Irak utara.

Pada Kamis (9/2), lima orang yang terdiri dari seorang prajurit dan empat gerilyawan tewas dalam bentrokan antara pasukan keamanan Turki dan gerilyawan PKK di Turki tenggara.

Pada Desember, sekitar 3.000 prajurit yang didukung oleh pesawat dan helikopter serang melancarkan operasi setelah mengidentifikasi kelompok sekitar 30 gerilyawan PKK di Gunung Goresi di perbatasan provinsi-provinsi Elazig dan Diyarbakir di Turki tenggara.

Belasan militan tewas dalam sedikitnya bentrokan-bentrokan yang terjadi, kata sejumlah pejabat Turki.

Selama November, pasukan Turki juga melancarkan sejumlah serangan udara terhadap sasaran Kurdi di Irak utara, sebagai bagian dari operasi yang terus dilakukan terhadap kelompok gerilya PKK yang berpangkalan di kawasan terpencil itu.

Turki, Uni Eropa dan AS menganggap Partai Buruh Kurdistan (PKK) sebagai sebuah organisasi teroris.

Militer Turki melancarkan serangan-serangan udara dan operasi darat terbatas ke Irak utara sejak Agustus 2011 menyusul gelombang serangan gerilyawan PKK, setelah macetnya gencatan senjata sebelumnya.

PKK melancarkan serangan-serangan dari tempat persembunyian mereka di kawasan pegunungan terpencil Irak sebagai bagian dari perang mereka untuk memperoleh hak dan otonomi lebih besar bagi penduduk Kurdi.

Lebih dari 40.000 orang tewas sejak PKK mengangkat senjata pada 1984.

Para pemimpin Turki bulan Oktober berjanji membalas dengan serangan-serangan udara dan darat setelah PKK melancarkan salah satu serangan paling mematikan dalam konflik itu, yang menewaskan 24 prajurit Turki. Serangan tersebut dilakukan di pos militer di wilayah selatan Turki. (M014)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar