Pengusaha "rock n roll" semakin "rock n roll"
Kamis, 23 Februari 2012 09:11 WIB | 2048 Views
"Kalau saya berpikir standar-standar aja, pasti sulit memutar laju roda usaha,"
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Bisakah orang yang tak bisa memainkan satupun alat musik, sukses berbisnis musik? Jawabannya "ya", contoh konkretnya adalah Intan Pratiwi.
Delapan tahun lalu Intan mulai menerbitkan majalah Gitar Plus, media yang mengulas segalanya tentang gitar dan hanya gitar.
Kini, Gitar Plus sudah jadi rujukan para pecinta gitar. Intan menuliskan kisahnya berbisnis lewat buku "Pengusaha Rock N Roll" yang dia luncurkan di Jakarta, berbarengan dengan perayaan delapan tahun Gitar Plus.
Buku itu mengungkap kisah si pendiri
Gitar Plus memulai dan menjalankan usahanya dengan cara yang tidak
standar.
Sejak awal terjun ke dunia usaha, Intan sangat
menyadari keterbatasannya dalam hal finansial dan pengetahuan di bidang
usaha yang akan ditekuni. Tapi, hal itu justru tak menyurutkan langkahnya
untuk memulai usaha.
Ia mengatur strategi agar
usahanya bisa tetap berjalan dengan segala keterbatasan. Mulailah
ia mengubah sudut pandang dan menjungkirbalikan cara berpikirnya.
"Kalau saya berpikir standar-standar aja, pasti sulit memutar laju roda usaha," tutur Intan.
Intan mengaku tak punya modal kala memulai usahanya dan tidak memiliki
pengalaman sebagai pengusaha dan tak mampu memainkan alat musik apapun "Siul pun fals" ujarnya.
Dengan kenekatannya, ia mengelola dan membesarkan
GitarPlus serta membuka toko alat musik dan menyelenggarakan
event-event khusus gitar seperti guitar for fun,gitaran sore, guitar
goes to school, hingga guitar goes to campus.
Acara peluncuran pada Selasa malam itu diberi nama "Spectagitar", yang menampilkan sederet penampilan gitaris kenamaan papan atas tanah air.
Beragam gitaris dari beragam aliran musik pun hadir mulai dari rock, blues, hingga pengusung gitar klasik hadir di acara itu.
Nama-nama seperti Jubing Kristianto, Adrian adrioetomo, Bengbeng pas band, Piyu Padi, Baron, hingga John Paul Ivan dan I Wayan Balawan pun turut berbagi pengalaman dan keterampilan dalam memainkan gitar.
"Saya akan memainkan sebuah lagu dari film Mission Impossible. Kenapa lagu itu, karena Intan bisa melakukan sesuatu yang Imposibble Jadi Possible," ujar Jubing yang memainkan lagu itu secara instrumental.
Sementara itu, Baron, mengutarakan bahwa dahulu para gitaris sulit mencari informasi dan harus memperolehnya dari majalah luar negeri. "Dengan hadirnya GitarPlus para gitaris kini sangat terbantu," kata Baron.
Para gitaris kenamaan itu juga melakukan jam session , berkolaborasi dalam satu panggung untuk menghibur para pecinta gitar.
(yud) Editor: Aditia Maruli
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com