Sofjan Wanandi (ANTARA/Maulana Surya Tri Utama)

Pemerintah harus meringankan biaya logistik dengan membangun jalan menggunakan uang yang ada. Jangan dipakai untuk naik gaji.
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Para pelaku usaha yang tergabung dalam Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) tidak keberatan pemerintah menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) asal disertai pengalihan dana subsidi BBM untuk pembangunan infrastruktur.

"Infrastruktur, juga listrik dan gas penting sekali. Kami butuh jalan ke pelabuhan yang bagus juga. Pemerintah harus pakai uang itu ke sana, kalau untuk subsidi terus akan habis," kata Ketua Umum Apindo Sofjan Wanandi pada sela pembukaan Indonesia Fashion Week 2012 di Jakarta, Kamis.

Ia menjelaskan, pengalihan dana subsidi BBM untuk pembangunan infrastruktur dan sarana logistik dalam jangka panjang akan membantu pengusaha menekan biaya produksi.

"Pemerintah harus meringankan biaya logistik dengan membangun jalan menggunakan uang yang ada. Jangan dipakai untuk naik gaji," kata dia.

Ia juga mengatakan pengusaha tidak keberatan dalam jangka pendek harus menanggung kenaikan biaya produksi akibat kenaikan BBM kalau pemerintah mewujudkan janji memperbaiki infrastruktur dan sarana logistik.

"Dalam jangka pendek memang kami harus bayar lebih mahal, tapi dalam jangka panjang itu akan mengurangi biaya logistik dan biaya produksi," katanya.

Dia memperkirakan, kenaikan biaya transportasi dan logistik akibat pengurangan subsidi BBM paling tidak akan menaikkan biaya produksi antara dua persen sampai tiga persen.

Pelaku usaha, kata dia, selanjutnya butuh melakukan penyesuaian dengan menaikkan harga produk.

Namun dia memastikan kenaikan harga produk tidak akan sampai melebihi lima persen.

Pada Rabu (22/2) malam Presiden Susilo Bambang Yudhoyono mengatakan pemerintah akan "menyesuaikan" harga BBM menyusul kenaikan harga minyak dunia.
(M035)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar