Jakarta (ANTARA News) - Partai Amanat Nasional menyambut baik hasil survei dari Lembaga Survei Indonesia yang menyimpulkan Ketua Umum DPP PAN Hatta Radjasa berada di peringkat sembilan dari tokoh-tokoh terpopuler sebagai calon presiden.

"Hasil survei LSI yang menempatkan Bang Hatta di peringkat sembilan dengan elektabilitas 2,2 persen. Hasil itu sudah cukup menggembirakan sekaligus menjadi tantangan," kata Wakil Sekjen DPP PAN Refi Wahyuni, di Gedung MPR/DPR/DPD RI, Jakarta, Kamis, menyikapi publikasi hasil surevei LSI soal kriteria ideal calon presiden 2014.

Menurut dia, Hatta Radjasa baru didaulat sebagai calon presiden dari PAN pada rapat kerja kerja nasional (Rakernas) PAN di Jakarta Desember 2011, tapi sudah berada di peringkat sembilan.

Refi Wahyuni menegaskan, DPP PAN menargetkan tingkat elektabilitas Hatta Radjasa hingga akhir 2012 sudah naik menjadi sekitar 12 persen.

Guna meningkatkan tingkat elektabilitas, menurut dia, harus dengan bekerja keras menjalankan amanat Rakernas, yakni menjalankan program-program unggulan dan sosialisasi kepada masyarakat, minimal oleh 10.000 kader partai.

"Bang Hatta memiliki visi kebangsaan, platform ekonomi, dan konsep pembangunan yang baik, sehingga tidak perlu diragukan," katanya.

Ia menegaskan, DPP PAN akan bekerja keras untuk merealisasikan target tersebut.

Mencermati hasil survei LSI, Refi menilai, pertarungan antarcapres ke depan semakin berkualitas, tapi hanya capres yang memiliki visi kebangsaan yang akan diterima rakyat.

Refi menambahkan, pada masa kepemimpinan Hatta Rajasa saat ini, PAN menjadi partai terbuka.

Bahkan, Ketua Umum DPP PAN, Hatta Radjasa yang menduduki jabatan Menko Perekonomian, menjadi Koordinator Masterplan Percepatan dan Perluasan Pengurangan Kemiskinan di Indonesia (MP3KI).

"Untuk mendukung program tersebut yang juga menjadi program unggulan PAN adalah pemberdayaan masyarakat desa dengan menerjunkan kader terbaik PAN," katanya.

Menurut dia, sepanjang tahun 2012 merupakan tahun kerja guna menerjemahkan dan mengimplementasikan pemikiran-pemikiran Hatta Radjasa di tengah masyarakat.

Refi menambahkan, PAN tidak mengkhawatirkan besaran elektoral threshold yang menjadi persyaratan untuk mengusung calon presiden.

Langkah PAN saat ini, kata dia, terfokus pada konsolidasi internal dan konstituen, agar pada pelaksanaan pemilu legislatif 2014 mendatang, bisa memperoleh suara dua digit.

"Dengan perolehan suara dua digit, maka akan lebih memudahkan bagi PAN untuk mengusung calon presiden," katanya.

Hasil survei LSI soal figur calon presiden yang dipublikasikan di Jakarta pada Kamis ini menyimpulkan, jika pemilihan presiden diselenggarakan saat ini hasilnya, Megawati Soekarnoputri memperoleh suara 15,2 persen, Prabowo Subianto (10,6 persen), Jusuf Kalla (7 persen), Aburizal Bakrie (5,6 persen), Sri Sultan Hamengkubowono (4,9 persen), Wiranto (3,9 persen), Boediono (3 persen), Surya Paloh (2,6 persen), dan Hatta Radjasa (2,2 persen).

Survei LSI ini dilakukan pada 1-12 Februari 2012 dengan mewawancarai sebanyak 2.050 responden di seluruh Indonesia, dengan margin error 2,2 persen.

(R024)



Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar