Rupiah melemah tipis ke 9.050 per dolar AS
Kamis, 23 Februari 2012 18:38 WIB | 1714 Views
Ilustrasi Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS. (FOTO ANTARA/Rosa Panggabean/ed/mes/11.)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Rupiah di pasar uang spot antarbank Jakarta Kamis sore melemah tipis lima poin seiring optimisme atas kesepakatan bailout Yunani, namun muncul kekhawatiran baru mengenai pertumbuhan ekonomi dan risiko.
Pengamat pasar uang Monex Investindo Futures Johanes Giting mengatakan bahwa rupiah cenderung bergerak terbatas terhadap dolar AS seiring optimisme atas kesepakatan pemberian dana talangan Yunani, namun muncul kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan risiko penerapan program penghematan.
Pernyataan itu dikemukakan sehubungan dengan nilai tukar rupiah ditransaksikan pasar spot mata uang antarbank Jakarta, Kamis sore, melemah lima poin ke posisi 9.050,00 per dolar AS dibandingkan dengan kurs sebelumnya 9.045,00 per dolar AS.
Ia mengatakan bahwa nilai tukar euro juga melemah terbebani oleh data ekonomi yang menunjukkan jika ekonomi negara-negara kawasan Eropa semakin berisiko jatuh ke jurang resesi.
"Setelah sektor jasa mengikuti jejak sektor manufaktur dengan terjatuh ke level kontraksi pada bulan ini," ujarnya.
Beberapa data lainnya, lanjut dia, secara mengejutkan juga memperlihatkan perlambatan aktivitas bisnis di Jerman dan Prancis.
Menurut dia, sedikit demi sedikit fokus pasar juga mulai tertuju pada "long-term refinancing operation" (LTRO) milik bank sentral Eropa (ECB).
Berikutnya, pada pekan depan, ECB diperkirakan akan menawarkan sekitar 500 miliar euro hingga sart triliun euro dana pinjaman untuk perbankan Eropa.
"Jika pinjaman yang tersalurkan lebih tinggi, `risk appetite` akan memperoleh dorongan positif dan mata uang euro positif," katanya.
Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada hari Kamis (23/2) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah ke posisi Rp9.070,00 dibandingkan dengan nilai tukar rupiah sebelumnya di posisi Rp9.059,00 per dolar AS.
(KR-ZMF/D007)
Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com