Jalur masuk narkoba meluas
Kamis, 23 Februari 2012 20:08 WIB | 1750 Views
Perdagangan Ganja Personil satuan reserse narkoba memperlihatkan barang bukti satu dari 38 bal ganja kering yang di amankan petugas Polres Lhokseumawe, Provinsi Aceh. Selasa (14/2). Selain 38 bal barang bukti ganja, polisi menciduk 2 tersangka perdagangan ganja Aceh dan Pulau Sumatera. (FOTO ANTARA/Rahmad)
... Dulu Indonesia hanya tempat transit narkoba untuk dikirim ke negara lain, lalu berubah menjadi negara tujuan, tetapi saat ini sudah menjadi tempat produksi narkoba...
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Lampu merah bagi penanggulangan dan pencegahan peredaran narkoba di Indonesia. Jalur-jalur masuk narkoba meluas, setidaknya itu dinyatakan Dirjen Bea Cukai, Agung Kuswandono.
"Jumlah tangkapan selama 2011 memang lebih kecil dibanding 2010, namun titik-titik rawannya meluas. Ini membuktikan mafia narkoba mulai mencari tempat yang pengawasannya kurang ketat," kata Agung di Jakarta, Kamis.
Dijelaskan dia, selama 2011, Bea Cukai melakukan penangkapan penyelundupan narkoba sebanyak 146 kasus, sementara pada 2010 ada 158 kasus. Namun, penangkapan pada tahun 2011 mulai muncul di daerah-daerah terpencil, di antaranya Dumai, Nunukan, Jayapura, Bengkalis, Tarakan, Cirebon, dan Mataram.
"Dengan temuan ini, kami sudah perintahkan untuk semua kantor Bea Cukai di semua pelosok harus meningkatkan kewaspadaan, termasuk kantor yang di pedalaman," kata Agung.
Selama ini, kata dia, ada tiga modus penyelundupan narkoba, yaitu dengan ditaruh di dalam tas atau koper yang dibawa pelaku, ditempel di tubuh pelaku, dan di telan oleh pelaku.
"Semua petugas Bea Cukai sudah dilatih untuk memiliki kemampuan mendeteksi penyelundupan narkoba ini," kata Agung.
Menyingung jumlah narkoba, menurut Agung menurun dari sebanyak 412,5 kilogram pada tahun 2010 menjadi 216,24 kilogram pada tahun 2011. Namun, data ini bukan berarti peredaran narkoba di Indonesia berkurang, saat ini justru narkoba lebih banyak diproduksi di dalam negeri.
"Dulu Indonesia hanya tempat transit narkoba untuk dikirim ke negara lain, lalu berubah menjadi negara tujuan, tetapi saat ini sudah menjadi tempat produksi narkoba," katanya.
Jenis narkoba yang berhasil ditangkap terbanyak adalah methamphetamine sebanyak 158,4 kilogram, ketamine 32,4 kilogram, heroin 14,7 kilogram, dan ekstasi 9,7 kilogram.
(D012)Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com