Sudan ingin belajar rekonsiliasi dari Indonesia
Kamis, 23 Februari 2012 20:13 WIB | 1881 Views
Terima Menlu Sudan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (kanan) menerima kunjungan kehormatan Menteri Luar Negeri Republik Sudan Ali Ahmed Karti (kiri) di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Kamis (23/2). Kunjungan tersebut dalam rangka meningkatkan hubungan bilateral kedua negara. (FOTO ANTARA/Widodo S. Jusuf)
... proses perdamaian itu memerlukan kesabaran, memerlukan determinasi, dengan demikian pada waktunya akan tercapai perdamaian antara Sudan dan Sudan Selatan...
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Sudan meminta kesediaan pemerintah Indonesia untuk berbagi pengalaman tentang peristiwa rekonsiliasi dengan negara Timor Timur. Republik Sudan tengah dihadapkan dengan peristiwa yang hampir sama dengan negara Sudan Selatan.
Permintaan itu menurut Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, disampaikan Menteri Luar Negeri Sudan, Ali Ahmed Karti, kepada Presiden Susilo Yudhoyono, di Kantor Presiden, Jakarta, Kamis.
"Dalam dialog dengan Presiden, disampaikan Menlu Sudan mengenai perkembangan dalam negeri Sudan pascaperpisahan dengan Sudan Selatan. Tadi mereka meminta kesediaan Indonesia untuk berbagi pengalaman atas rekonsiliasi yang pernah dilakukan ke dalam negeri, ... dan juga pengalaman kita mengatasi pengalaman sejarah ... dengan Timor Leste," katanya.
Presiden, kata Faiza, menjelaskan pada waktu itu kedua pemerintah, Indonesia dan negara Timor Timur, berkomitmen melakukan rekonsiliasi dan membangun hubungan baik antara kedua negara.
"Jadi Presiden menekankan proses perdamaian itu memerlukan kesabaran, memerlukan determinasi, dengan demikian pada waktunya akan tercapai perdamaian antara Sudan dan Sudan Selatan," katanya.
Menurut Faiza, Menlu Sudan dalam kesempatan itu menjelaskan bahwa saat ini Sudan tengah mengalami masa sulit yang perlu melakukan proses rekonsiliasi guan membangun rasa saling percaya antara kedua belah pihak.
Setelah perang saudara yang berlangsung selama bertahun-tahun akhirnya pada 9 Juli 2011, Sudan Selatan resmi berpisah dari Sudan dan memperoleh pengakuan dunia internasional.
Dalam pertemuan tersebut Ali Ahmed didampingi oleh Dubes Republik Sudan untuk RI Ibrahim Bushra M. Ali, Direktur Urusan Asia Kemenlu Republik Sudan Sawsan Abdulmajid, dan Wakil Dubes Republik Sudan untuk RI Salih Mohamed Ahmed.
Sementara itu, Presiden didampingi oleh antara lain Menteri Sekretaris Negara Sudi Silalahi, Menteri Luar Negei Marty Natalegawa dan Sekretaris Kabinet Dipo Alam. (*)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com