Lagi, perkosaan oleh awak angkot
Kamis, 23 Februari 2012 20:16 WIB | 1899 Views
Tasikmalaya (ANTARA News) - Seorang gadis berinisial AN (14), siswa SMP warga Kecamatan Cihaurbeuti, Kabupaten Ciamis, melapor ke Polresta Tasikmalaya, Jawa Barat, bahwa ia telah diperkosa oleh seorang sopir angkutan kota.
Ibu kandung korban, Eu (36), yang mendampingi anaknya melapor polisi mengatakan, AN menjadi korban pemerkosaan oleh seorang sopir angkot 05 jurusan Parhon Indihiang-Terminal Pancasila, pertengahan bulan Januari 2012.
Ia menerangkan peristiwa naas menimpa anaknya itu berawal ketika malam hari sekitar pukul 20.00 WIB hendak pulang dari rumah temannya di daerah Parhon.
Korban yang akan pulang ke Ciamis diantar oleh teman laki-laki, Salim (15), dengan menumpangi angkot 05 yang diberhentikannya di daerah Parhon.
Namun ketika berada dalam angkot, korban mengenali sopir yang diketahui bernama Eky yang usianya diperkirakan 28 tahun warga Kecamatan Indihiang.
Di pertengahan jalan, teman korban, Salim, diminta paksa turun oleh sopir, sementara AN dibawa ke kawasan Pasar Cikurubuk yang selanjutnya dibawa ke Hotel Daya Grand.
Dalam kamar hotel tersebut, korban dipaksa menenggak minuman oleh pelaku hingga tidak sadarkan diri dan akhirnya pelaku melakukan perbuatan asusila terhadap gadis di bawah umur tersebut.
Ketika tengah malam korban sadar dan berupaya keluar kamar hotel untuk melarikan diri, namun pelaku mengetahuinya dan mengejar korban hingga akhirnya tertangkap. Pelaku kembali melakukan perbuatan asusila di semak-semak kawasan Cipapagan, Kecamatan Indihiang.
"Anak saya sempat kabur, tapi ketahuan oleh pelaku, bahkan sebelum diperkosa lagi, kepala anak saya dibenturkan ke tembok," katanya.
Setelah kejadian itu, perilaku korban dihadapan keluarga tampak berbeda, hingga ibu kandung korban merasa curiga dan memaksa korban untuk menjelaskan perilaku yang berbeda dari biasanya.
Akhirnya korban, Rabu (22/2) malam, menjelaskan kepada Eu telah menjadi korban perbuatan asusila oleh seorang sopir angkot di Kota Tasikmalaya.
"Setelah mendapatkan pengakuan dari anak saya, saya kecewa dan melaporkan kasus ini ke polisi, saya harap pelaku segera ditangkap dan dimasukan ke dalam penjara," kata Eu.
Sementara itu kasus tersebut langsung ditangani Satuan Reskrim Polreta Tasikmalaya dan masih dalam pencarian pelaku yang sudah diketahui identitasnya.
"Kasus itu sekarang sudah ditangani Reskrim dan sedang dalam penyelidikan," kata Kepala Bagian Operasi Polresta Tasikmalaya, Kompol Yono Kusyono.
(KR-FPM/Y003)Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com