KSPSI Jakarta pertanyakan klaim KSPSI versi Malang
Kamis, 23 Februari 2012 21:17 WIB | 935 Views
Jakarta (ANTARA News) - Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) versi Kongres Jakarta mempertanyakan klaim soal kehadiran 13 serikat pekerja anggota (SPA) pada Kongres KSPSI di Malang.
"Tunjukkan kepada kami surat keputusannya, kapan mereka munas (musyawarah nasional) sehingga bisa mengatakan ada 12 SPA yang hadir," kata Presiden KSPSI versi Kongres Jakarta, Andi Gani Nena Wea di Jakarta, Kamis.
SPA yang diklaim hadir pada Kongres KSPSI versi Malang, Jawa Timur, antara lain TSK, Niba, KEP, LEM dan RTMM.
Andi menyesalkan pernyataan pengurus KSPSI versi Kongres di Malang terkait klaim serikat pekerja anggota yang hadir tersebut.
Andi mempertanyakan ada oknum peserta Kongres KSPSI di Malang, mengaku sebagai Ketua Umum Federasi Niba, padahal Andi tercatat sebagai ketua umumnya yang sah berdasarkan Munas 2010.
Andi menyatakan pihaknya sebagai Ketua Umum Federasi Niba memiliki anggota Pengurus Daerah dan ratusan anggota PUK se-Indonesia.
Andi yang merupakan putra dari mantan Menakertrans Jacob Nuwawea itu, meminta tidak ada pihak yang mengklaim mendapatkan dukungan dari sejumlah DPD maupun SPA pada Kongres KSPSI di Malang.
"Contoh yang paling nyata adalah 30 Ketua DPC KSPSI Jawa Timur menghadiri konggres di Jakarta.," ujar Andi.
Pada kongres di Jakarta, Andi Gani terpilih menjadi Presidium KSPSI menggantikan ayahnya, Jacob Nuwawea periode 2012-2017.
Sementara Kongres KSPSI di Malang, mengukuhkan politisi Partai Golkar, Yorrys Raweyai sebagai ketua umum periode 2012-2017.
Saat ini, KSPSI terjadi perpecahan antara kubu Ketua Umum, Jacob Nuwawea dengan pejabat sementara (Pjs) Ketua Umum KSPSI yang lalu yakni Mathius Tambing.
(T.T014/Z002) Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com