Jakarta (ANTARA News) -  Musim kemarau di wilayah DKI Jakarta akan datang tidak bersamaan. "Sistem atmosfir itu di suatu tempat bersifat temporal dan spasial. (Spasial) Misalnya di daerah Kemayoran hujan, tapi di daerah Slipi tidak hujan," kata Kepala BMKG, Sri Woro B, Harijono, dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis (23/2).

Perbedaan waktu awal kemarau di DKI dan itu, menurut Sri Woro, disebabkan fenomena El Nino-La Nina di ekuator Pasifik, interaksi laut-atmosfer di Samudera Hindia (Dipole Mode), dan suhu permukaan laut di wilayah perairan Indonesia.

BMKG memperkirakan Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Selatan bagian utara, Jakarta Timur bagian barat bersama Tangerang bagian tengah dan Kota Tangerang memasuki kemarau antara minggu ketiga Maret hingga minggu kedua April.

Sementara, Jakarta Utara, Jakarta Timur, Jakarta Barat bagian utara, Bekasi, dan wilayah barat laut Karawang akan memasuki kemarau antara minggu pertama hingga minggu ketiga Juni.

Pada musim kemarau 2012, sifat hujan di sejumlah zona musim (ZOM) di DKI Jakarta normal.

"(Artinya) hujan yang turun masih sesuai dengan rata-rata curah hujan di wilayah itu," kata Kepala Bidang Informasi Iklim BMKG, Endro Santoso.
(I026)

Editor: Aditia Maruli

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar