Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah menyerap dana sebesar Rp1,47 triliun pada lelang empat seri surat berharga syariah negara (SBSN) atau sukuk negara, Kamis.

Direktur Jenderal Pengelolaan Utang Kementerian Keuangan Rahmat Waluyanto dalam keterangannya di Jakarta, Kamis, menyebutkan bahwa total penawaran yang masuk mencapai Rp2,12 triliun.

Rincian serapan empat seri sukuk negara itu adalah untuk seri PBS001 (reopening) sebesar Rp25 miliar dengan imbal hasil (yield) rata-rata tertimbang 4,46875 persen dan tingkat imbalan 4,45 persen. Sukuk ini akan jatuh tempo 15 Februari 2018.

Jumlah penawaran yang masuk untuk seri ini mencapai Rp246 miliar dengan imbal hasil terendah yang masuk 4,46875 persen dan imbal hasil tertinggi 6,0 persen.

Kemudian seri PBS002 (reopening) menyerap sebesar Rp170 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,5 persen dan tingkat imbalan 5,45 persen. Sukuk ini akan jatuh tempo 15 Januari 2022.

Jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp196 miliar dengan imbal hasil terendah yang masuk 5,43750 persen dan imbal hasil tertinggi 6,5 persen.

Sedangkan seri PBS003 (reopening) sebesar Rp77 miliar dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 5,77823 persen dan tingkat imbalan 6,0 persen. Sukuk ini akan jatuh tempo 15 Januari 2027.

Jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp115 miliar dengan imbal hasil terendah yang masuk 5,75 persen dan imbal hasil tertinggi sebesar 7,0 persen.

Serta seri PBS004 (reopening) sebesar Rp1,2 triliun dengan imbal hasil rata-rata tertimbang 6,29231 persen dan tingkat imbalan 6,1 persen. Sukuk ini akan jatuh tempo pada 15 Februari 2037.

Jumlah penawaran yang masuk mencapai Rp1,56 triliun dengan imbal hasil terendah yang masuk 6,25 persen dan imbal hasil tertinggi 7,25 persen.

Keempat seri sukuk ini memiliki tanggal setelmen pada 27 Februari 2012.  (S034/Z002)

Editor: B Kunto Wibisono

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar