Buruh Nutune Batam masih kurung manajemen
Jumat, 24 Februari 2012 06:47 WIB | 1974 Views
Batam (ANTARA News) - Ratusan buruh PT Nutune di Kawasan Industri Batamindo, Batam, Kepulauan Riau, Kamis hingga pukul 22.00 WIB masih bertahan di gerbang perusahaan dan mengurung manajemen supaya tidak meninggalkan pabrik.
"Kami tidak akan membuka gerbang membolehkan manajemen keluar sebelum hak-hak kami dibayar," kata koordinator buruh PT Nutune, Putu di kompleks Batamindo, Batam, Kamis malam.
Ia mengatakan, manajemen harus membayar pesangon karyawan sebesar 2-N (dua kali masa kerja) sebelum perusahaan tutup pada 9 Maret 2012.
"Aksi ini spontan dilakukan buruh karena pada Rabu sore perusahaan meminta kami mendaftar untuk menerima pesangon 1-N yang tidak kami sepakati," kata dia.
Putu mengatakan, buruh akan terus bertahan sampai setidaknya ada komitmen perusahaan membayar pesangon sebelum perusahaan benar-benar tutup.
"Kami akan tetap menahan manajemen di dalam gedung perusahaan hingga tuntutan kami disepakati," kata dia.
Hingga malam, ratusan karyawan masih bertahan di depan gerbang sisi dalam perusahaan. Mereka mengunci gerbang dan melarang siapapun keluar dari areal perusahaan.
Sementara di dalam perusahaan perundingan antara manajemen dengan buruh masih terus berlangsung sejak sekitar pukul 20.00 WIB.
"Perundingan masih berlangsung antara perwakilan buruh dengan manajemen," kata Koordinator Lapangan Garda Metal Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia (FSPMI) Kota Batam, Suprapto.
Setelah beberapa lama melakukan orasi, kemudian buruh cenderung diam sambil menunggu perundingan. Tidak nampak lagi teriakan-teriakan buruh yang menuntut pesangon 2-N.
Sebelumnya, Kepala Dinas Tenaga Kerja Kota Batam, Rudi Sakyakirti menyatakan PT Nutune akan tutup pada 9 Maret 2012 setelah tidak mendapatkan order lagi. (LNO/A013)Editor: B Kunto Wibisono
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com