Rupiah jumat pagi melemah 10 poin
Jumat, 24 Februari 2012 10:11 WIB | 1730 Views
Uang Rupiah (FOTO ANTARA/Eric Ireng)
Pasar AS menguat karena perbaikan data ketenagakerjaan, kondisi itu mendorong dolar AS menguat dan rupiah melemah.
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Jumat pagi bergerak melemah sebesar 10 poin seiring data Amerika Serikat (AS) yang membukukan hasil positif.
Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Jumat pagi bergerak melemah 10 poin ke posisi Rp9.070 dibanding sebelumnya Rp9.060 per dolar AS.
"Pasar AS menguat karena perbaikan data ketenagakerjaan, kondisi itu mendorong dolar AS menguat dan rupiah melemah," kata analis pasar uang, Lana Soelistianingsih di Jakarta, Jumat.
Ia mengatakan, data pengangguran di AS minggu lalu tetap bertahan di 351 ribu, terendah dalam empat tahun terakhir ini. Membaiknya dan menguatnya pasar tenaga kerja mendorong keyakinan konsumen meningkat.
"Pasar uang merespon positif perbaikan data ketenagakerjaan di AS," katanya.
Ia mengatakan, naiknya keyakinan konsumen diperkirakan juga akan tinggi. Tingkat pengangguran di AS per bulan Januari turun menjadi 8,3 persen, terendah sejak Agustus 2008.
Ia menambahkan, perbaikan disisi pasar tenaga kerja dan keyakinan konsumen itu didukung oleh keputusan kongres AS yang menyetujui perpanjangan senilai 30 miliar dolar AS "unemployment benefits" hingga 31 Desember 2012.
Kongres AS, lanjut dia, juga menyetujui perpanjangan pemotongan pajak sebesar dua persen yang semestinya berakhir pada Februari ini.
"Indikator-indikator ekonomi AS terus menunjukkan penguatan tetapi the Fed masih memompa likuiditas melalui `operational twist` dan mempertahankan kebijakan suku bunga rendah sampai akhir 2014 mendatang. Pasar AS merespon positif perbaikan data ketenagakerjaan di AS ini," katanya.
Analis pengamat pasar uang lainnya, Johanes Ginting menambahkan, rupiah cenderung bergerak terbatas terhadap dolar AS seiring optimisme atas kesepakatan pemberian dana talangan (bailout) Yunani yang tercapai pada hari sebelumnya bergeser menjadi kekhawatiran tentang pertumbuhan ekonomi dan resiko penerapan program penghematan.
Ia mengatakan, nilai tukar euro juga melemah terbebani oleh data ekonomi yang menunjukkan jika ekonomi negara-negara kawasan Eropa semakin beresiko jatuh ke jurang resesi, setelah sektor jasa mengikuti jejak sektor manufaktur dengan terjatuh ke level kontraksi pada bulan ini.
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com