Sudan tawarkan 50 kursi beasiswa/tahun
Sabtu, 25 Februari 2012 14:32 WIB | 998 Views
Peta wilayah Sudan dan Darfur (Istimewa)
Memang selain jumlahnya yang masih terbatas, penguasaan bahasa juga menjadi salah satu faktornya. Kuliah di Indonesia kebanyakan pengantarnya menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan di Sudan menggunakan bahasa Arab, sehingga butuh waktu bagi pelajar
Berita Terkait
Bandung (ANTARA News) - Pemerintah Sudan menyediakan beasiswa kepada Pemerintah Indonesia sebanyak 50 beasiswa per tahunnya, beasiswa yang diberikan merupakan beasiswa di bidang ilmu ke-Islaman dan bahasa Arab.
"Mereka itu (Pemerintah Sudan) menyediakan 50 beasiswa per tahunnya, tapi memang sementara ini lebih banyak ditujukan kepada pembelajaran bahasa Arab dan ilmu-ilmu ke-Islaman," kata Duta Besar RI untuk Sudan Sujatmiko, di Gedung Museum Konferesi Asia-Afrika (KAA), di Jalan Asia-Afrika Kota Bandung, Sabtu.
Ia menuturkan, pemberian beasiswa tersebut merupakan salah satu bentuk kerjasama antara antara Pemerintah Sudan dengan Indonesia di bidang pendidikan.
Menurut dia, hingga saat ini ada sekitar 300 pelajar Indonesia yang belajar di Sudan dan mayoritas para siswa itu dari pesantren serta sedang belajar bahasa arab, ilmu ke-Islaman dan lain-lain.
"Jadi mereka itu bukan hanya belajar, mereka juga didaulat menjadi duta promosi bagi Indonesia dengan memperkenalkan kebudayaan asli Indonesia di Sudan. Mereka menari saman, rampak kendang dan memainkan angklung. Tapi untuk jaipong belum bisa ditampilkan, karena ada gerakan-gerakan yang belum bisa diterima masyarakat Sudan sehingga harus dimodif dulu," kata nya.
Pihaknya menuturkan, meskipun setiap tahunnya Pemerintah Sudan memberikan 50 beasiswa namun Indonesia belum bisa mengimbanginya.
"Memang selain jumlahnya yang masih terbatas, penguasaan bahasa juga menjadi salah satu faktornya. Kuliah di Indonesia kebanyakan pengantarnya menggunakan bahasa Indonesia, sedangkan di Sudan menggunakan bahasa Arab, sehingga butuh waktu bagi pelajar Sudan untuk belajar di Indonesia, karena mereka harus lebih dulu menguasai bahasa Indonesia," katanya.
Selain di bidang pendidikan, kata Sujatmiko, kerjasama lain yang terjalin antara Indonesia dan Sudan adalah di bidang lain salah satunya di bidang teknik seperti Pemerintah Indonesia pernah mengirimkan peralatan pertanian setelah petani Sudan menjalani pelatihan di Indonesia.
Sementara itu Menteri Luar Negeri Sudan Ali Ahmed Karti mengatakan, pihaknya dan pemerintah Indonesia pada dasarnya bisa melakukan kerjasama di berbagai bidang.
"Peluang investasi Indonesia di Sudan beragam mulai dari infrasturuktur, agrikultur dan pertambangan. Apalagi setelah ditemukannya cadangan emas baru di Sudan," kata Ali Ahmed.
(ANTARA)
Editor: Ella Syafputri
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com