Solo (ANTARA News) - Menteri Negara Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Dahlan Iskan, mengatakan sampai sekarang pemerintah masih terus memikirkan atau mencari solusi mengenai rencana kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) yang dampaknya tidak akan menambah jumlah orang miskin baru.

"Setiap ada kenaikan harga BBM selalu diikuti adanya kenaikan jumlah masyarakat miskin ini sesuai data yang ada. Untuk itu sekarang pemerintah sedang cari formula baru dengan kenaikan BBM tidak disertai tambahnya jumlah orang miskin," kata Menteri Negara BUMN Dahlan Iskan dalam sebuah seminar di Solo, Sabtu.

Ia mengatakan, pemerintah sekarang untuk menaikan harga BBM mendapat tekanan yang sangat kuat. Padahal untuk subsidi BBM ini nilainya telah mencapai Rp200 triliun. "Angka ini sudah cukup besar uang sebanyak itu hanya diperuntukan kepada orang-orang yang memiliki mobil saja".

"Ya uang sebanyak itu memang akan lebih baik untuk membangun inprastruktur seperti jalan dan lain-lain yang bisa memberikan nilai tambah kepada masyarakat," kata Menteri.

Menyinggung mengenai masalah mengembangkan ekonomi kerakyatan menuju Indonesia sejahtera, Dahlan mengatakan memang mengenai masalah ini sangat mudah untuk diucapkan, tetapi ini sangat berat untuk diwujudkan.

"Ekonomi kerakyatan seperti yang dimaksud tersebut baru akan tumbuh baik diperkirakan 12 tahun mendatang. Jadi omong kosong kalau saya katakan sekarang sudah seperti itu. Untuk mencapai ini maka para mahasiswa di UNS yang ada sekarang juga sudah mulai melakukan usaha, ini salah satu cara untuk mewujudkan tersebut," katanya.

Ia mengatakan untuk usaha sekarang ini terbuka lebar tidak seperti jaman Orde Baru. "Dimasa Orde Baru kue ekonomi itu dibagi tetapi tidak sampai bawah dan yang paling banyak yang membagi, tetapi sekarang tidak ada yang tukang membagi kue. Jadi silahkan generasi muda untuk merebut kue itu sebanyak-banyaknya," katanya.

Seminar tersebut juga menampilkan pembicara Ketua Umum Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (HIPMI) Raja sapta Oktohari, dan juga dihadiri oleh Rektor UNS Ravik Karsidi beserta tamu undangan lainnya.
(ANTARA)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar