Banda Aceh (ANTARA News) - Aparat TNI dan Polri ikut memberikan pertolongan kepada ribuan warga dari sejumlah desa di Kecamatan Tangse, Kabupaten Pidie Provinsi Aceh yang terjebak banjir bandang sejak Sabtu.

Laporan ANTARA dari kawasan Blang Malo (Tangse), Minggu, menyebutkan tim dari TNI dan Polri serta Pemkab Pidie hingga saat ini belum bisa menembus lokasi terparah yang diterjang banjir karena sebuah jembatan di desa Blang Malo putus.

Antrean kendaraan bermotor terjadi sepanjang satu kilometer di ruas jalan Beureunuen-Tangse karena sebuah jembatan putus diterjang banjir bandang.

Kecamatan Tangse, sekitar 50 kilometer dari kota Sigli (ibu kota Kabupaten Pidie) atau berkisar 172 kilometer arah timur Kota Banda Aceh.

Sementara sejumlah alat berat masih berupaya menyingkirkan material kayu, batu dan lumpur yang menutupi badan jalan itu. Jembatan darurat belum selesai dikerjakan sehingga bantuan sulit terjangkau ke lokasi yang diperkirakan terparah diterjang banjir.

Terdapat tiga titik longsor di sepanjang jalan Beureuneuen-Tangse, yang saat ini juga sedang diupayakan pembersihan dengan alat berat.

Kecamatan Tangse pernah dilanda banjir bandang yang mengakibatkan sedikitnya 11 warga meninggal dunia pada 10 Maret 2011.
(A042)



Editor: AA Ariwibowo

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar