SAS: credit scoring kian penting di Indonesia
Selasa, 28 Februari 2012 22:55 WIB | 2149 Views
Naeem Siddiqi, SAS Global Product Manager for Banking Analytics Solutions (kiri), berbincang dengan Erwin Sukiato, Country Manager SAS Indonesia (kanan) disela konferensi pers "Credit
Scoring, Solusi untuk Peningkatan Profitabilitas dan Efisiensi" di Jakarta, Selasa (28/2). (SAS)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Perusahaan software dan layanan analisis bisnis, SAS, menekankan kian pentingnya analisis credit scoring bagi perbankan Indonesia sejalan dengan pertumbuhan ekonomi yang dibarengi peningkatan kredit.
Mengutip data Bank Indonesia, SAS mengatakan bahwa antara tahun 2010 hingga 2011, peningkatan kredit hampir mencapai 25%, dan bank perlu meningkatkan infrastruktur TI untuk menghadapi persaingan global melalui layanan yang lebih efisien.
Perbankan harus memiliki visi analisis yang lengkap dan terintegrasi meliputi pengumpulan serta manajemen data, analisis kelas dunia dengan pengembangan model, juga business intelligence yang terautomasi.
"Sebuah infrastruktur tidak hanya memastikan pengaturan yang tepat melalui audit histori secara transparan dan jelas, terintegrasi dapat mengurangi biaya maintenance dan meningkatnya efisiensi," kata Naeem Siddiqi, SAS Global Product Manager untuk Banking Analytics Solutions.
Dalam acara bertema "Building Intelligent Credit Scoring" di Jakarta Selasa (28/2), Siddiqi mengungkapkan tantangan yang sering dihadapi bank dalam menerapkan risk analytics, infratruktur analisis yang paling tepat untuk digunakan, dan bagaimana bank terbaik di dunia mengatur credit scoring secara in-house.
Risk scoring kian penting sebagai alat untuk mengevaluasi tingkat risiko berkaitan dengan pemohon kredit atau nasabah. Menurut Siddiqi, aplikasi kredit harus bisa dengan cepat, tepat, dan efisien diidentifikasi "baik atau buruk".
"Penggunaan credit risk scorecards dapat membantu institusi finansial sebesar apa pun dalam mengatur dan memaksimalkan bottom lines mereka," Siddiqi menambahkan.
Jika dipergunakan secara tepat, maka akan membantu bank di Indonesia dalam berkompetisi dengan sesama bank lokal maupun bank asing, dan akhirnya memberikan layanan yang lebih baik bagi nasabahnya.
Sementara Country Manager SAS Indonesia, Erwin Sukiato, menyatakan persaingan ketat dalam industri finansial Indonesia, terutama yang berkaitan dengan kredit dapat dihadapi dengan biak melalui analytics.
Credit scoring tidak hanya akan membantu mereka mengurangi kerugian melalui pengukuran risiko secara akurat, tetapi bank juga dapat memanfaatkan kekuatan analytics untuk menjadi lebih efisien, efektif dan menciptakan produk serta layanan bermanfaat bagi nasabahnya.
Produk analytics SAS Credit Scoring for Banking solution misalnya, memungkinkan bank dan organisasi jasa keuangan untuk mengembangkan, memvalidasi, mengimplementasikan dan melaporkan model credit scoring internal dengan lebih cepat, murah, serta fleksibel jika dibandingkan alternatif outsourching kredit mana pun, kata Erwin.
Software itu, kata dia, terintegrasi secara lengkap dengan solusi data mining SAS yang telah teruji keunggulannya, SAS Enterprise Miner, memberikan seperangkat alat predictive analytics bagi para analis untuk mendukung pengembangan scorecard lengkap dan proses manajemen.
Dengan lebih dari 350 pelanggan di 56 negara, SAS Credit Scoring untuk solusi perbankan diklaim merupakan solusi credit scoring terintegrasi yang paling banyak digunakan dalam industri.
(*) Editor: Suryanto
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com