Jakarta (ANTARA News) - Mata uang rupiah terhadap dolar AS pada Rabu pagi kembali bergerak menguat atau "rebound" ke kisaran Rp9.000 meski kenaikkan masih dalam kisaran terbatas.

Nilai tukar mata uang rupiah yang ditransaksi antarbank di Jakarta Rabu pagi bergerak menguat 40 poin ke posisi Rp9.080 dibanding sebelumnya Rp9.120 per dolar AS.

Analis pasar uang Treasury Telkom Sigma, Rahadyo Anggoro di Jakarta, Rabu mengatakan, nilai tukar domestik kembali menguat meski dalam kisaran terbatas setelah mengalami tekanan cukup signifikan hingga menyentuh level Rp9.100 pada hari sebelumnya.

"Penguatan diperkirakan masih sementara dan dalam kisaran terbatas, penguatan diperkirakan oleh intervensi dari Bank Indonesia (BI)," ujar dia.

Ia mengatakan, adanya intervensi dari BI membuat nilai tukar dalam negeri berada dalam area positif sehinga menahan tekanan rupiah lebih dalam terhadap dolar AS.

Ia menambahkan, kondisi sentimen pasar global yang cukup kondusif setelah Yunani mendapatkan dana talangan kedua (bailout) menjadi salah satu pemicu nilai tukar domestik menguat terhadap dolar AS.

Namun, lanjut dia, dari dalam negeri kenaikkan bahan bakar minyak (BBM) yang diperkirakan naik akan dapat menjadi pemicu nilai tukar dalam negeri kembali tertekan.

"Masih khawatirnya pelaku pasar uang terhadap kenaikkan BBM di dalam negeri dapat memicu kenaikkan inflasi, kondisi itu akan dapat menekan rupiah terhadap mata uang asing termasuk dolar AS," kata dia.
(KR-ZMF/M009)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar