Jakarta (ANTARA News) - Duta Besar Uni Eropa untuk Indonesia, Julian Wilson, mengatakan bahwa Eropa merupakan pasar terbesar bagi minyak kelapa sawit atau crude palm oil, (CPO) hasil produksi Indonesia.

"Eropa menyukai produk kelapa sawit dan hal tersebut berarti negara-negara di Eropa merupakan pasar yang besar bagi Indonesia," kata Julian dalam diskusi Incentive for Sustainability in Agri-Business Sustainability Palm Oil," di Jakarta, Rabu.

Julian mengatakan bahwa CPO merupakan industri yang sangat besar bagi Indonesia, namun, memang ada dampak terhadap kerusakan lingkungan akibat praktek industri kelapa sawit di Indonesia itu.

"Kita semua mengakui ada dampak lingkungan dari industri kelapa sawit itu, dan saat ini kita juga mempelajari contoh-contoh bagaimana industri bisa terus tumbuh namun juga mengatasi kerusakan lingkungan," tambah Julian.

Julian menambahkan bahwa ada beberapa perusahaan yang telah menerapkan methane capture dari proses pengolahan kelapa sawit, dan hasilnya adalah mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghemat biaya listrik.

"Kami berharap industri CPO di Indonesia memperbanyak contoh-contoh seperti ini, dan terus menghijaukan industri sembari menjaga profitabilitas mereka," kata Julian, yang juga mengatakan bahwa pada Rabu ini, dia telah berpartisipasi dalam perdebatan paling konstruktif antara industri, masyarakat sipil dan pemerintah terkait CPO.

Sementara itu, dalam kesempatan yang sama, Wakil Ketua Umum Bidang Lingkungan Hidup dan Perubahan Iklim Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia, Shinta Widjaja Kamdani, mengatakan bahwa komunitas bisnis Indonesia melihat kesempatan besar untuk melakukan investasi hijau.

"Kami menyambut dukungan dari pemerintah agar pelaku bisnis di Indonesia melakukan transisi tersebut, dan dengan dukungan itu, dapt menjembatani proses transisi besar yang dapat mengamankan posisi Indonesia sabegai salah satu kekuatan ekonomi terbesar di dunia," kata Shinta.
(V003)

Editor: Desy Saputra

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar