Ilustrasi proses bongkarmuat (FOTO:ANTARA/Prasetyo Utomo)

Minyak kelapa kasar merupakan salah satu produk unggulan daerah yang bertumbuh cukup baik di Bangladesh, tak heran bila kita mampu dilakukan ekspor ratusan ton sekali kirim ke negara itu.
Berita Terkait
Manado (ANTARA News) - Ekspansi pasar minyak kelapa mentah  atau crude coconut oil (CCO) Provinsi Sulawesi Utara(Sulut) meluas ke pasar Bangladesh ditandai pengiriman sebanyak 102 ton pada Februari 2012.

"Ekspor minyak kelapa kasar ke Bangladesh sebanyak 102 ton mampu mendatangkan devisa bagi Sulut sebanyak 134.276 dolar Amerika," kata Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan(Disperindag) Sulut, Sanny Parengkuan di Manado, Rabu.

Sanny mengatakan, pasar Bangladesh termasuk pasar non tradisional untuk komoditi produk turunan kelapa, ditandai pengiriman terus meningkat dalam beberapa bulan terakhir.

"Pasar Bangladesh cukup potensial terbukti volume ekspor ke negara tersebut hampir menyamai volume pengiriman ke negara tradisional seperti Belanda dan lainnya," kata Sanny.

Sementara itu, Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri, Disperindag Sulut, Hanny Wajong mengatakan Bangladesh merupakan pasar potensial untuk beberapa komoditas unggulan daerah ini.

"Minyak kelapa kasar merupakan salah satu produk unggulan daerah yang bertumbuh cukup baik di Bangladesh, tak heran bila kita mampu dilakukan ekspor ratusan ton sekali kirim ke negara itu," kata Hanny.

CCO adalah salah satu produk turunan kelapa yang menjadi andalan ekspor Sulut hingga saat ini.

"Ekspor minyak kelapa kasar terjadi di beberapa negara, terbesar memang masih ke Eropa, tetapi tahun belakangan ini mulai meluas ke kawasan Asia hingga Amerika Serikat," kata Hanny.

Minyak kelapa kasar merupakan produk turunan dari kelapa yang mampu menguasai sekitar 60-70 persen dari total ekspor Sulut ke berbagai negara mancanegara.

Kopra, yang menjadi bahan baku untuk diolah menjadi CCO, dihasilkan petani Sulut berkisar 280 ribu hingga 300 ribu ton setiap tahun.
(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar