Ilustrasi uang rupiah (ANTARA/Rosa Panggabean)

Dolar AS kembali diperdagangkan menguat terhadap mata uang beresiko setelah komentar Ketua Federal Reserve Bernanke mengisyaratkan bank sentral kemungkinan tidak akan memperlonggar kebijakan moneternya lebih lanjut.
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Nilai tukar rupiah ditransaksikan pasar spot mata uang antarbank di Jakarta melemah lima poin ke posisi Rp9.080 dibanding sebelumnya di Rp9.075 per dolar Amerika, Kamis sore.

Pengamat pasar uang Rully Nova di Jakarta, Kamis, mengatakan pelaku pasar uang cenderung menghindari mata uang berisiko dipicu dari ekspektasi ekonomi Amerika Serikat dan Eropa yang belum kondusif.

"AS dan Eropa belum menunjukkan tanda-tanda ekoomi yang kondusif meski ada beberapa perbaikkan, kalangan pengamat ekspektasinya masih cenderung negatif sehingga pelaku pasar lebih cenderung memegang dolar AS," kata dia.

Ia menambahkan, nilai tukar euro juga mengalami pelemahan, hal itu juga menjadi salah satu pemicu rupiah mengalami tekanan terhadap dolar AS meski tidak signifikan.

Meski demikian, menurut dia, rupiah masih mempunyai peluang kenaikkan pada perdagangan selanjutnya dikarenakan BI yang kembali mengintervensi pasar uang di dalam negeri.

Selain itu, lanjut dia, inflasi ke depan masih dapat dikendalikan meski dibayangi oleh kenaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) yang rencananya dilaksanakan pada awal April mendatang.

Ia mengemukakan, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat inflasi pada Februari 2012 mencapai 0,05 persen. Dengan demikian, laju inflasi tahun kalender Januari-Februari 2012 mencapai 0,81 persen.

Pengamat dari Monex Investinfo Futures, Johannes Ginting menambahkan, dari AS dikabarkan pasar tenaga kerja telah menunjukkan perkembangan positif, meski pertumbuhan lapangan pekerjaan masih jauh dari normal.

"Dolar AS kembali diperdagangkan menguat terhadap mata uang beresiko setelah komentar Ketua Federal Reserve Bernanke mengisyaratkan bank sentral kemungkinan tidak akan memperlonggar kebijakan moneternya lebih lanjut," kata dia.

Sementara itu, kurs tengah Bank Indonesia pada, Kamis (1/3) tercatat mata uang rupiah bergerak melemah ke posisi Rp9.098 dibanding sebelumnya Rp9.085 per dolar AS.
(ANTARA)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar