Perusahaan mitra harus berhenti membeli produk dari APP kalau mereka tidak mau dibilang terlibat dalam perusakan hutan di Indonesia.
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) lingkungan, Greenpeace menyatakan bahwa beberapa perusahaan besar dunia terkait dengan skandal perusakan hutan di Indonesia.

"Dari investigasi selama satu tahun di pabrik Indah Kiat APP di Perawang, Sumatra, kami menemukan beberapa perusahaan seperti National Geographic, Xerox, Danone, dan Acer termasuk ke dalam rantai suplai yang menggunakan produk kertas mengandung serat berasal dari hutan hujan Indonesia," kata Bustar Maitar, juru kampanye Hutan Global Greenpeace Indonesia dalam jumpa pers di Jakarta, Kamis.

Produk-produk kertas yang dipakai oleh perusahaan seperti National Geographic, Xerox, Danone, Acer, Walmart, Mondi, Collins Debden, Parragon, Constable&Robinson, dan Barnes&Noble diduga oleh Greenpeace dimanufaktur menggunakan kertas dari perusahaan Asia Pulp and Paper (APP) yang disuplai dari Indah Kiat APP di Perawang, Sumatra, pabrik yang terbukti menggunakan kayu Ramin.

Greenpeace meminta agar perusahaan-perusahaan mitra APP tersebut segera menghentikan hubungan perdagangan dengan APP.

"Perusahaan mitra harus berhenti membeli produk dari APP kalau mereka tidak mau dibilang terlibat dalam perusakan hutan di Indonesia," kata Bustar.

Bustar menjelaskan, Ramin adalah indikator spesies kunci dan kebanyakan tumbuh di hutan gambut.

"Menghancurkan Ramin berarti menghancurkan hutan gambut yang merupakan habitat dari 400 harimau Sumatera yang dilindungi," kata Bustar.

Ramin adalah salah satu spesies tumbuhan yang terancam punah dan dilindungi secara nasional dan internasional. Ramin tumbuh di rawa Borneo (Kalimantan) dan Sumatra.

Juru kampanye Hutan Greenpeace, Zulfami mengatakan surat resmi mengenai bukti-bukti pelanggaran APP telah dilaporkan ke Dirjen Perlindungan Hutan dan Konservasi Alam Kemenhut Darori.
(I027)

Editor: Ella Syafputri

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar