BLT tidak mendidik
Kamis, 1 Maret 2012 18:25 WIB | 1936 Views
Sejumlah ibu-ibu berebutan hingga saling sikut atas dana Bantuan Langsung Tunai (BLT) di kantor POS Cabang Kecamatan Torjun, Sampang, Madura, Jatim, Senin (18/5). Sekitar 700 keluarga miskin dari dua desa dikecamatan itu, mencairkan dana BLT sebesar Rp. 200.000. (FOTO ANTARA/Saiful Bahri)
... sama saja mendidik mental masyarakat menjadi pengemis...
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Bantuan Tunai Langsung (BLT) tidak mendidik. Ketua DPP PPP, Muhammad Arwani Thomafi, mengeluarkan pernyataan singkat itu dengan fokus pada rakyat miskin sebagai kalangan yang disasar BLT.
"Karena sama saja mendidik mental masyarakat menjadi pengemis," katanya kepada ANTARA melalui pesan singkat, Kamis.
Menurut dia, BLT sebagai kompensasi terhadap kenaikan harga BBM tidak efektif mengatasi masalah kenaikan biaya hidup yang akan ditanggung masyarakat miskin.
BLT hanya bersifat sementara, sedangkan dampak kenaikan harga BBM terhadap peningkatan harga barang permanen.
Di sisi lain, penggunaan BLT juga dapat disalahgunakan oleh masyarakat untuk hal-hal yang tidak benar, misalnya untuk membeli rokok, berjudi ataupun membeli minuman keras.
Untuk itu, menurut dia, kompensasi kenaikan BBM sebaiknya berupa program-program yang mampu mendukung peningkatan kesejahteraan masyarakat miskin dalam jangka panjang.
"Pemerintah harus memberikan kail bukan ikan, sehingga masyarakat bisa kreatif," katanya.
Selain itu, program-program yang bermanfaat jangka panjang juga dapat digenjot. Misalnya dengan peningkatan beasiswa masyarakat miskin. Begitupula dengan peningkatan perekonomian melalui pembangunan infrastruktur.
Ia menambahkan, berdasarkan hitung-hitungan bila BBM dinaikan Rp1.000 maka akan terjadi penghematan sebesar Rp21 triliun beban subsidi yang bisa dialihkan ke program lainnya. Sedangkan jika dinaikkan Rp1.500 penghematan akan bisa mencapai Rp45 triliun.
(M041)
Editor: Ade Marboen
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com