74 juta jiwa menerima bantuan langsung sementara
Kamis, 1 Maret 2012 19:33 WIB | 1938 Views
Menkokesra Agung Laksono (FOTO ANTARA)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Menko Kesra Agung Laksono mengatakan pemerintah merencanakan 18,5 juta rumah tangga sasaran atau setara dengan 74 juta jiwa akan menerima Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM), paket kompensasi terkait kebijakan kenaikan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi.
"Dengan demikian, bukan saja kita mencegah penambahan jumlah penduduk miskin, tetapi diharapkan angka kemiskinan di bawah 10,5 persen. Dulu Rp100.000, selama enam bulan. Sekarang sembilan bulan dengan besaran Rp150.000," kata Menko Kesra usai mengikuti rapat terbatas di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis, sore.
Agung menjelaskan, begitu kenaikan BBM diumumkan 1 April 2012, BLSM langsung diberlakukan selama sembilan bulan. Jumlah penerimanya, 18,5 juta RTS (Rumah Tangga Sasaran-red) dikali empat, menjadi 74 juta jiwa.
Ia mengatakan jumlah itu termasuk warga yang miskin, warga yang hampir miskin dan warga sangat miskin ditambah 14 juta jiwa warga yang belum masuk ke data tersebut diatas, termasuk nelayan dan petani miskin.
"Menurut data sekarang, 30 juta adalah penduduk yang hampir miskin, lalu 30 juta penduduk yang miskin dan sangat miskin. Total 60 juta. Jadi, ditambah 14 juta yang tidak terdaftar selama ini. Termasuk nelayan dan buruh. Jadi mencapai sasaran semuanya," kata Agung.
Ia mengatakan selain Bantuan Langsung Sementara Masyarakat (BLSM) di transfer tunai, kompensasi bagi warga miskin terkait kenaikan harga BBM subsidi juga dilakukan dalam bentuk penambahan subsidi siswa miskin, penambahan jumlah penyaluran raskin dan subsidi pengelola angkutan masyarakat atau angkutan desa.
Untuk subsidi pengelola angkutan masyarakat, kata Agung, bentuknya masih dibahas.
(T.P008/R010)Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com