Bojonegoro, Jawa Timur (ANTARA News) - Perwakilan keluarga Pondok pesantren Langitan, Widang, Tuban, Jawa Timur, KH Ihya Ulumuddin mengatakan keluarga sudah menunjuk pengganti almarhum KH Abdullah Faqih untuk meneruskan mengelola ponpes itu.

"Penunjukan pengganti KH Abdullah Faqih berdasarkan rapat keluarga, yang juga dihadiri para ulama senior," katanya saat pemakaman jenazah pengasuh Ponpes Langitan almarhum KH Abdullah Faqih, Kamis.

Hadir saat pemakaman jenazah KH Abdullah Faqih sejumlah ulama dari berbagai daerah di Indonesia, Bupati Tuban Fathul Huda, dan wakilnya, Noor Nahar Hussein.

Ihya Ulumuddin menjelaskan berdasarkan hasil rapat tersebut di antaranya sudah ditunjuk penasihat, dan pemangku Ponpes Langitan yang baru, di antaranya KH Ubaidillah Faqih, putra almarhum KH Abdullah Faqih.

"Pertemuan keluarga yang juga dihadiri para ulama senior itu, mempertimbangan dalam memutuskan pengganti, tidak boleh lebih dari tiga hari, " katanya.

Ia mengatakan meninggalnya KH Abdullah Faqih merupakan kesedihan yang besar, tidak hanya bagi keluarga Ponpes Langitan Tuban, juga bagi umat Islam lainnya.

Tetapi, kata dia, meninggalnya KH Abdullah Faqih merupakan sesuatu yang tidak bisa dihindari, karena semua itu atas kehendak Allah SWT.

"Kita hanya bisa bersabar dan memasrahkan semuanya kepada Allah SWT, " katanya.

Sebelum itu, putra almarhum KH Abdullah Faqih, KH Ubaidillah, kepada wartawan mengatakan sebelum meninggal dunia KH Abdullah Faqih, berpesan agar keluarga memperjuangkan komunitas di ponpes setempat tetap bisa terjaga.

"Sebagai anak, kami akan berusaha memegang amanah orang tua, " katanya.

KH Abdullah Faqih, meninggal dunia di kediamannya, Rabu (29/2) sekitar pukul 18.45 WIB.

Ribuan pelayat mengantar jenasah kyai berpengaruh pendiri PKNU itu, menuju tempat pemakaman umum di Desa Widang, Kecamatan Widang, Tuban.

Selama prosesi pemakaman, jalan raya Babat, Lamongan, menuju Tuban, persis di depan ponpes setempat, macet total. Termasuk beberapa jam sebelum dan sesudah pemakaman, baik kendaraan roda dua, maupun roda empat berjalan merayap.

Sementara itu, warga masyarakat di sepanjang perjalanan jenasah KH Abdullah Faqih, dari kompleks ponpes setempat ke tempat pemakaman yang berjarak, sekitar 200 meter, sebagia beramai-ramai mengabadikan keranda jenasah KH Abdullah Faqih, dengan kamera telepon selular.

Bahkan, sebagian di antaranya ada yang nekad memanjat kendaraan roda empat, untuk bisa mengambil gambar keranda jenasah KH Abdullah Faqih.

(KR-SAS/M008)

Editor: Ade Marboen

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar