Rusia sambut janji moratorium nuklir Korut
Kamis, 1 Maret 2012 20:34 WIB | 1844 Views
Moskow (ANTARA News) - Rusia menyambut baik keputusan Korea Utara untuk menangguhkan unsur penting dari program senjata nuklirnya Kamis, dan menyebut kesepakatan dengan Amerika Serikat satu langkah menuju dimulainya kembali perundingan perlucutan senjata enam negara.
"Kami menyambut keputusan Korea Utara untuk memberlakukan moratorium pengujian senjata nuklir dan peluncuran rudal-rudal balistik jarak jauh, dan pengayaan uranium," kata Kementerian Luar Negeri Rusia dalam satu pernyataan.
Sementara itu Kantor Berita Korea Selatan Yonhap juga memberitakan, China, Rusia dan Jepang, semua anggota perundingan enam negara tentang program nuklir Korea Utara, menyambut baik kesepakatan nuklir terbaru antara Washington dan Pyongyang serta menyerukan pelaksanaannya.
Perjanjian tersebut merupakan pencapaian pembicaraan tingkat tinggi pekan lalu dan diumumkan Rabu, menegaskan Korea Utara akan menghentikan sementara program pengayaan uraniumnya, menerima inspektur PBB dan menempatkan moratorium uji coba nuklir dan rudal jarak jauh dalam pertukaran untuk bantuan pangan dengan Amerika Serikat.
Juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei, mengatakan dalam satu pernyataan yang dimuat di laman internet kementerian bahwa Beijing menyambut baik tekad Amerika Serikat dan Korea Utara meningkatkan hubungan mereka, untuk memberikan kontribusi bagi perdamaian dan stabilitas di Semenanjung Korea.
Juru bicara itu memuji Washington dan Pyongyang atas kebijakannya mengambil langkah-langkah aktif untuk melaksanakan perjanjian 2005 di mana Korea Utara berjanji untuk menghentikan semua program nuklirnya dengan imbalan bantuan ekonomi dan pengakuan diplomatik dari Washington.
Rusia juga menyambut baik kesepakatan terbaru, dengan Konstantin Kosachev, wakil ketua pertama dari Komite Urusan Internasional Negara Duma, mengatakan kepada kantor berita RIA Novosti bahwa ia menawarkan kesempatan bagi Korea Utara untuk keluar dari isolasi internasional.
Menteri Luar Negeri Jepang Koichiro Gemba menyebut kesepakatan itu merupakan langkah penting ke arah penyelesaian isu-isu yang tertunda yang melibatkan Korea Utara, dan mengatakan ia mengharapkan kebijakan itu akan meletakkan dasar untuk menghentikan semua fasilitas yang berhubungan dengan nuklir di Korea Utara.
"Yang penting untuk Korea Utara adalah mengambil tindakan spesifik menuju denuklirisasi," katanya.
Dia menambahkan bahwa Tokyo akan terus bekerja sama erat dengan Korea Selatan dan Amerika Serikat, kata laporan media setempat.
Perundingan enam negara, yang menyatukan kedua Korea, China, Jepang, Rusia dan Amerika Serikat, telah macet sejak sidang terakhir pada akhir 2008, di tengah ketegangan politik dan militer di Semenanjung Korea, demikian Reuters.
(Uu.H-AK/A023)
Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com