BPS : Maret bisa terjadi deflasi
Kamis, 1 Maret 2012 21:07 WIB | 2081 Views
Badan Pusat Statistik (ANTARA News/Lukisatrio)
Berita Terkait
Jakarta (ANTARA News) - Deputi Bidang Statistik Distribusi dan Jasa Badan Pusat Statistik (BPS) Djamal mengatakan pada Maret 2012 dapat terjadi deflasi karena saat ini telah memasuki masa panen.
"Maret kalau tidak ada sesuatu yang luar biasa dan beras tersedia maka bisa deflasi," ujarnya di Jakarta, Kamis.
Djamal menyebutkan Maret dan April merupakan bulan-bulan dimana kebutuhan beras dapat tercukupi, sehingga lazimnya deflasi terjadi pada dua bulan tersebut.
Menurut dia, beras merupakan komoditas pangan utama yang menjadi penyumbang laju inflasi, dan apabila stok beras terjaga maka laju inflasi dapat ditahan.
"Tahun lalu deflasi terjadi Maret atau April. Kalau panen beras, maka (inflasi) relatif stabil karena share beras besar dalam penghitungan inflasi," kata Djamal.
Ia menjelaskan inflasi pada Februari tercatat terendah sejak 2007 karena hanya mencapai angka 0,05 persen, dan pada Januari tercatat sebesar 0,76 persen.
Djamal mengatakan Februari tahun ini tidak ada gejolak harga pangan yang dapat menyebabkan laju inflasi meningkat tinggi, kecuali adanya kenaikan harga emas dan perhiasan.
"Beras harganya tidak naik terlalu tinggi, yang tinggi kan emas menyumbang inflasi 0,07 persen, beras 0,05 persen, harga makanan relatif stabil, itu tidak ada gejolak dalam bahan-bahan yang lain kecuali emas," katanya.
Kondisi tersebut lebih kondusif dibandingkan 2007 dimana Januari tahun itu terjadi inflasi 1,04 persen dan Februari tercatat 0,62 persen.
BPS mencatat laju inflasi tahun kalender Januari-Februari 2012 sebesar 0,81 persen dan inflasi tahunan (yoy) sebesar 3,56 persen.
Pada Februari tercatat beberapa harga komoditas mengalami penurunan harga yaitu cabai merah, tomat sayur, daging ayam ras, kentang, cabai hijau, sawi hijau, wortel, jeruk, tomat buah serta cabai rawit.
(T.S034/R010) Editor: Ruslan Burhani
COPYRIGHT © 2012
Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com