Jakarta (ANTARA News) - Pemerintah Indonesia diharapkan serius menangani masalah wilayah perbatasan dengan negara tetangga, karena masalah perbatasan merupakan simbol dari kedaulatan Indonesia secara teritorial, kata Bakal Capres Bugiakso.

"Jika tidak mendapatkan perhatian serius masalah wilayah perbatsa, dikhawatirkan Indonesia akan mengalami rongrongan dari negara tetangga yang berpotensi mengancam kedaulatannya," kata Bugiakso di hadapan ribuan pemuda dan aktifis dalam acara Deklarasi dan Pelantikan Dewan Pengurus Propinsi Ormas Benteng Kedaulatan (BK) Jawa Timur, di Kota Blitar, Selasa (17/2).

Dalam siaran pers Humas BK, diterima ANTARA, News, Selasa, bahwa cucu mendiang pahlawan nasional Jenderal Soedirman tersebut mencontohkan kasus hilangnya sepuluh patok pembatas di perbatasan Indonesia dengan Malaysia di Kalbar, merupakan bukti pemerintah masih belu serius menangani masalah perbatasan tersebut.

Selain tapal batas, ia juga menghimbau pemerintah dan legislatif sebagai lembaga negara untuk memperhatikan keberadaan pulau-pulau terluar yang dimiliki Indonesia. Sehingga, kasus Sipadan dan Ligitan tidak perlu terulang lagi di masa mendatang. "Perlu langkah yuridis dengan menerbitkan Undang-Undang yang menegaskan batas territorial Indonesia dan keberadaan pulau-pulau terluar yang kita miliki," katanya.

Bugiakso juga mengingatkan agar pemerintah tidak main-main dalam menanggapi keberadaan pulau Miangas di Sulawesi Utara yang ke depan akan berpotensi menimbulkan sengketa dengan Filipina.

Sementara itu, deklarasi dan pelantikan tersebut telah mengukuhkan Kaniran sebagai Ketua Umum Dewan Pengurus Propinsi (DPP) BK Jawa Timur periode 2009-2014. Para pengurus secara resmi dilantik oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (DPN) BK, Farhan Effendi yang dimeriahkan pentas kesenian tradisional seperti reog dan barongsai.

Dalam sambutan, Kaniran menyampaikan pentingnya kaum muda untuk melakukan konsolidasi dalam wadah organisasi perjuangan untuk  ikut menuntaskan problem-problem kerakyatan dan kebangsaan. Ia antara lain menyoroti masalah PHK yang dihadapi para pekerja yang tidak diikuti oleh ketersediaan lapangan kerja, Selain itu, mantan aktifis 90-an ini juga menilai pemerintah belum menjalankan agenda reforma agraria yang menjadi jalan keluar penderitaan petani dari kemiskinannya akibat tidak memiliki lahan garapan.

Usai acara, capres Bugiakso yang diikuti oleh para pengurus DPP BK Jatim berziarah ke makam Bung Karno di kota Blitar untuk mendoakan arwah presiden pertama RI tersebut.

Selain mendoakan, kata Bugiakso, sebagai generasi muda, bangsa Indonesia perlu meneruskan ajaran dan nilai-nilai perjuangan yang diajarkan oleh Bung Karno. "Beliau telah mengajarkan kepada kita tentang perjuangan untuk mewujudkan Indonesia berdaulat secara politik, mandiri secara ekonomi, dan berkepribadian dalam budaya," (*)