Jakarta (ANTARA News) - Indonesia akan memperjuangkan terwujudnya kawasan bebas senjata nuklir dalam KTT Keamanan Nuklir di Seoul, Korea Selatan, akhir Maret 2012, kata Staf Khusus Presiden bidang Hubungan Internasional Teuku Faizasyah.

"Ada satu hal yang akan dibawa Indonesia, mengenai yang kita sebut rancangan proses komitmen suatu negara dalam proses denuklirisasi dan program penghindaran dari senjata nuklir," kata Faiz ketika ditemui di kompleks Istana Kepresidenan di Jakarta, Selasa.

Dia menjelaskan, KTT Keamanan Nuklir di Seoul yang akan dihadiri oleh Presiden Yudhoyono itu adalah kelanjutan KTT serupa di Washington DC, Amerika Serikat.

KTT di Seoul, menurut Faiz, mengagendakan empat sesi pembahasan. Para pejabat senior dari berbagai negara telah mempersiapkan substansi dari setiap sesi. Kemudian hal itu akan dibahas pada tingkat menteri, dan akhirnya akan dibahas oleh para kepala negara peserta KTT.

"Kita terus menyiapkan posisi tentang berbagai isu tadi," katanya.

Faiz menjelaskan, pembahasan senjata nuklir sangat relevan, apalagi jika dikaitkan dengan dinamika nuklir di Timur Tengah dan Semenanjung Korea.

Menurut dia, traktat kawasan bebas senjata nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ) bisa dijadikan contoh dalam KTT di Seoul. Traktat itu mencerminkan komitmen negara-negara Asia Tenggara dan negara-negara lain dalam mewujudkan kawasan bebas senjata nuklir.

Meski demikian, Indonesia tetap menghormati penggunaan teknologi nuklir untuk tujuan damai.

Presiden Yudhoyono akan melakukan lawatan ke luar negeri pada 22-28 Maret 2012. Selain menghadiri KTT Keamanan Nuklir di Seoul, menurut Faiz, Presiden akan melakukan kunjungan kenegaraan di Beijing, China.

"Di Beijing, Presiden melakukan serangkaian kegiatan, intinya ada bilateral itu sendiri, ketemu forum bisnis, juga akan menerima (gelar ) Doktor Honoris Causa dari salah satu perguruan tinggi di sana, saya lupa namanya," katanya.

Presiden juga dijadwalkan ke Hong Kong untuk bertemu dengan ratusan pelaku bisnis dan masyarakat Indonesia yang tinggal di daerah itu.

(F008/N002)

Editor: Suryanto

COPYRIGHT © 2012

Ikuti berita terkini di handphone anda di m.antaranews.com

Komentar Pembaca
Kirim Komentar