Serang (ANTARA News) - Harga ikan asin berbagai jenis di Pasar Induk Rau Kota Serang, Banten, naik antara Rp3.000 sampai Rp7.000 per kilogram karena pasokan berkurang akibat cuaca buruk sehingg nelayan tidak melaut.

Roki (50), pedagang ikan asin di Pasar Induk Rau, Kota Serang, mengaku selama ini pasokan ikan ke pasaran semakin berkurang, karena sebagian besar nelayan pesisir Banten tidak melaut menyusul gelombang besar disertai hujan deras dan angin kencang.

Akibat nelayan tidak melaut, kata dia, semua jenis ikan asin mengalami kenaikan sehingga mempengaruhi terhadap penjualan.

Harga ikan asin cumi, misalnya, dari Rp38.000/kg naik menjadi Rp45.000/kg, layur semula Rp12.000/kg naik Rp15.000/kg, kacangan dari Rp18.000/kg naik menjadi Rp22.000/kg dan ikan jambal semula Rp38.000/kg naik menjadi Rp40.000/kg

Begitu pula ikan asin peda merah semula Rp24.000/kg naik menjadi Rp30.000/kg, peda biasa semula Rp22.000/kg naik menjadi Rp25.000/kg , teri rebus semula Rp25.000/kg naik menjadi Rp30.000/kg dan ikan sepat sebelumnya Rp25.000/kg naik menjadi Rp30.000/kg.

"Saya bingung adanya kenaikan harga itu, karena jualanya sepi pembeli," kata Roki.

Sementara itu, sejumlah pedagang ikan asin lainya di Pasar Induk Rau Kota Serang mengeluh sejak terjadi kenaikan harga ikan asin banyak pedagang memutuskan tidak berjualan.

Selain harga mahal juga ikan semakin berkurang di sejumlah pengrajin ikan asin di pesisir pantai Banten.

"Biasanya setiap pekan nelayan Karangantu memasok ikan ke sini, namun sekarang tidak ada karena nelayan tidak melaut itu," ujar Toton (40) seorang pedagang ikan asin di kiosnya di Pasar Induk Rau, Kota Serang.(*)