Bangkok (ANTARA News/AFP) - Pasukan Thailand dan Kamboja terlibat dalam beberapa bentrok di sekitar wilayah dimana satu kuil kuno berada di perbatasan kedua negara yang disengketakan. Konflik terjadi selama berbulan-bulan dimana dalam bentrokan terakhir yang baru saja pecah, tiga tentara dari kedua belah pihak tewas.

Berikut adalah kronologi konflik kedua negara sejak Juli 2008:

8 Juli 2008
Kuil Preah Vihear dari abad ke-11 dianugerahi status Warisan Dunia (World Heritage) oleh salah satu badan PBB, UNESCO. Penganugerahan ini memicu kemarahan kaum nasionalis Thai yang mengklaim situs budaya itu adalah milikThailand. Kuil ini ditetapkan sebagai milik Kamboja oleh Mahkamah Internasional pada 1962.

15 Juli
Tiga orang demonstran Thailand ditangkap Kamboja karena melompati pagar kawat berduri untuk mencapai kuil. Insiden ini memicu penggelaran ratusan serdadu dari kedua belah pihak. Seorang anggota pasukan khusus Thailand dari kesatuan Ranger kehilangan kaki setelah menginjak ranjau darat sekitar situ.

3 Agustus
Pasukan Kamboja dan Thailand untuk pertamakalinya terlibat kontak senjata selama sepuluh menit dan melukai seorang tentara Kamboja

16 Agustus
Kedua negara menarik sebagian pasukannya di perbatasan dengan meninggalkan sekitar 40 tentara di masing-masing pihak

3 Oktober
Tentara Kamboja dan Thailand kembali bentrok di wilayah perbatasan itu

6 Oktober
Dua tentara Thai terluka akibat ranjau yang meledak di wilayah perbatasan untuk kemudian menjadi alasan bagi Thailand untuk mengeluarkan tuduhan bahwa Kamboja telah menanam ranjau di kawasan yang disengketakan itu

15 Oktober
Pasukan kedua negara kembali terlibat kontak senjata yang merenggut nyawa tiga serdadu Kamboja dan seorang tentara Thailand

16 Oktober
Thailand dan Kamboja sepakat mengadakan patroli bersama di wilayah yang disengketakan menyusul bentrok maut sebelumnya

24 Oktober

Perdana menteri kedua negara bertemu di Beijing dan setuju menghindari bentok bersenjata di masa depan

10 November
Para juru runding Kamboja dan Thailand bertemu di Kamboja dalam satu pertemuan yang berlangsung selama tiga hari

25 Maret 2009
Kamboja menyatakan sekitar 100 serdadu Thailand menyeberangi perbatasan dekat kuil kuno itu. Thailand membantah tuduhan ini.

31 Maret 2009
Perdana Menteri Kamboja Hun Sen mengingatkan Thailand bahwa pasukan mereka akan menghadapi pertempuran jika berusaha menyeberangi perbatasan

2 April
Tentara Thailand kehilangan kakinya akibat menginjak ranjau darat yang ditanam di sekitar kuil

3 April
Pemerintah kedua negara menyatakan dua tentara Kamboja dan seorang serdadu Thailand tewas dalam pertempuran hebat di perbatasan kedua negara. Sebelumnya bentrok sempat terjadi di hari ini juga, namun kontak senjata pertama itu tidak meninggalkan korban pada kedua pihak (*)